SURABAYA - Tersangka perampokan di Jalan Rangkah I, Tambaksari, dan Jalan Tegalsari, Surabaya berakhir di kamar mayat RSUD dr Soetomo, Surabaya.Tersangka Didi Prabo alias Eko Begog alias Budi Prakoso, 53, warga Jakarta, dan Antoni, 59, warga Tangerang, terpaksa diberi tembakan terukur. Polisi sempat membawa korban ke rumah sakit, tapi nyawa tersangka tidak bisa diselamatkan.
Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Jhonny Eddison Isir mengatakan, kedua tersangka sempat kejar-kejaran saat hendak ditangkap. Mereka berusaha menjatuhkan petugas yang mengendarai sepeda motor.
Namun, tersangka terjatuh dan mengeluarkan senjata tajam (sajam) lalu mencoba melawan polisi. “Anggota terpaksa memberi tindakan tegas karena membahayakan nyawa anggota yang hendak menangkapnya,” tutur Jhonny.
Penangkapan tersangka pencurian spesialis rumah mewah ini bermula ketika polisi menyelidiki kasus perampokan rumah mewah di Jalan Rangkah I dan Tegalsari. Polisi berhasil menemukan rekaman CCTV yang menunjukkan wajah pelaku. Pelaku di dua lokasi tersebut sama.
Kombes Pol Jhonny mengatakan, saat penyelidikan di beberapa perumahan mewah di Surabaya, polisi menemukan keberadaan tersangka. Saat itu, tersangka Didi dan Antoni bersama dua orang DPO terlihat sedang merusak kunci pagar salah satu rumah mewah di Jalan Dharmahusada, Surabaya.
Polisi yang sudah mengintainya langsung mendekati dan kedua tersangka melarikan diri ke arah anggota. Sementara dua lainnya melaju ke arah sebaliknya. “Mereka menyasar rumah mewah dan pada hari libur. Karena pemilik rumah berlibur. Meraka sejak Januari beroperasi dan ada tujuh lokasi yang sudah kami identifikasi,” ujarnya.
Polisi menyita dua golok, satu sepeda motor sarana, kunci L, obeng, perhiasan emas dari kantong salah satu tersangka, uang tunai dan jam tangan. Perhiasan tersebut setelah diidentifikasi ternyata milik korban Tjan Benny yang rumahnya dirampok pada Minggu (12/7) siang.
Kedua tersangka yang didor itu ternyata buronan Polda Metro Jaya. Mereka sebelumnya beraksi di Jakarta dengan kelompoknya berjumlah delapan orang. Setelah lima orang ditangkap, mereka berpindah lokasi.
Ternyata dua tersangka kabur dan beraksi di wilayah Surabaya bersama dua orang lain dan satu penadah curian. Mereka memiliki base camp di salah satu hotel di wilayah Sedati, Sidoarjo.
“Tiga orang masih DPO. Saat anggota ke hotel ternyata sudah bersih dan tiga teman tersangka sudah kabur. Kami sudah identifikasi dan sedang kami kejar,” terangnya. (gun/rek)
Editor : Administrator