Sidoarjo tidak mempunyai banyak destinasi wisata alam. Salah satu yang sedikit itu adalah bendungan Rolak Songo di Desa Mliriprowo, Kecamatan Tarik. Tempat ini sejatinya bisa dikembangkan untuk wisata keluarga.
SATRIA NUGRAHA-Wartawan Radar Sidoarjo
Bendungan yang terletak diperbatasan antara Kabupaten Sidoarjo dan Mojokerto ini dibangun oleh Ir Soetami pada tahun 1857. Dinamakan rolak songo karena ada sembilan tiang pengerek pintu air yang berjumlah sembilan. Pintu air ini berfungsi untuk mengatur debit air untuk irigasi pertanian di Sidoarjo dan Mojokerto.
Nurohman, salah satu pedagang mengatakan setiap Minggu pagi lokasi ini ramai dikunjungi warga. “Biasanya mereka datang bersama keluarga sambil menikmati kuliner di sisi utara dam,” ujarnya.
Warga juga bisa membeli aneka ikan tawar segar hasil menjaring penduduk sekitar. Biasanya mereka menggelar ikan tangkapan tepat di utara dam. Deretan warung kuliner juga berjajar di sini. Pada Minggu pagi mainan untuk anak-anak juga terlihat ramai digunakan.
Menanggapi potensi wisata di Rolak Songo, Kepala Disporapar Sidoarjo Djoko Supriyadi mengatakan akan melihat dulu. “Kalau tujuan wisata di Sidoarjo barat kita fokus pada peningalan sejarah,” terangnya.
Dia menambahkan, situs-situs sejarah ada di Wonoayu yang terdapat Candi Dermo. Di Krian juga ada prasasti Kamalagyan di Dusun Klagen, Desa Tropodo yang dibangun pada tahun 1037. “Untuk wisata air di Desa Mliriprowo akan kita kaji dulu,” ujar Joko. (sat/nis)