Kepedulian warga kepada kampung tempat tinggalnya makin meningkat di Gresik. Tidak hanya sering menggelar berbagai kegiatan pertemuan dan pengelaan bank sampah. Kini, banyak pula yang menghias kampungnya dengan mural.
Fajar Yuliyanto-Wartawan Radar Gresik
Sejak dulu Jalan Harun Thohir, Desa Polopancikan terkenal dengan banjir dan kumuh. Untuk itu, kelompok swadaya masyarakat (KSM) berupaya mengubah pandangan itu. Salah satunya, dengan menggambar tembok atau mural di kawasan jalan tersebut.
Ketua KSM Kusnan mengatakan ingin bersama-sama membangun kampung yang bersih dan nyaman dengan bantuan dana kampung dan bank dunia.
“Kami ingin kampung terlihat bersih serta bebas dari banjir, “ kata Kusnan. Untuk itu, KSM bersama warga terlebih dulu membenahi saluran air dan memperbaiki jalan yang pavingisasi.
Usai itu, mereka kompak menghias dinding gang dengan konsep tiga dimensi (3D) berupa gambar hewan dan kartun. Sebelum mural, warga mencat tembok dengan warna putih. Kemudian digambar dengan bentuk hewan dan kartun yang menarik. Misalnya, menggambar gajah yang terlihat minum air. Gambaran itu melukiskan kebutuhan hewan untuk bertahan hidup.
Dikatakannya, dengan lukisan 3D maka gambar hewan dan kartun terlihat lebih menarik. Kegiatan itu juga bisa menambah pemandangan yang biasanya kumuh menjadi lebih nyaman.
“Ini sebagai implementasi program Kotaku (kota tanpa kumuh). Harapannya, warga maupun wisatawan foto-foto di lokasi ini,” jelasnya.
Usai mural, KSM melakukan penghijauan baik di depan rumah warga maupun taman. “Kami akan selalu membenahi kampung ini sehingga kelihatan menarik serta bebas dari kumuh, “ kata Kusnan. (*/han)
Editor : Administrator