Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Setelah Tertangkap, Ngaku Mencuri Perhiasan karena Digendam

Administrator • Sabtu, 14 Juli 2018 | 21:10 WIB
Setelah Tertangkap, Ngaku Mencur iPerhiasan karena Digendam
Setelah Tertangkap, Ngaku Mencur iPerhiasan karena Digendam



Surabaya - Damaris Kase, 33, berlagak binggung saat diperiksa polisi. Perempuan asal NTT tersebut ditangkap  anggota Reskrim Polsek Wonocolo setelah diketahui melakukan pencurian perhiasan milik juragannya. Selama ini Damaris menjadi  pembantu rumah tangga (PRT) di rumah mewah di Jalan Margorejo II /24 Blok A/222, Surabaya.


Kasus pencurian emas senilai ratusan juta yang dilakukan Damaris terjadi pada Minggu (8/7). Berawal saat tersangka ditinggal oleh pemilik rumah dan pembantu lain untuk pergi ke sebuah acara pernikahan.  "Karena semua orang rumah pergi, tersangka hanya sendirian di rumah tersebut," ungkap Kanit Reskrim Polsek Wonocolo, Ipda Mujiani, Kamis (12/7)


Melihat kesempatan itu, Damaris mulai melancarkan aksinya. Dia menuju ke kamar majikannya untuk membuka brangkas yang berisikan kotak dengan belasan perhiasan senilai ratusan juta. Brankas tersebut diketahui tersangka lantaran saat bekerja, ia sering membersihkan kamar majikannya itu. "Setelah mengambil perhiasan dari dalam brangkas,  tersangka bergegas kabur dari rumah tersebut," lanjut Mujiani.


Kemudian pencurian tersebut diketahui pemilik rumah pada Minggu sore. Pemilik curiga lantaran pada saat datang, kondisi pintu rumah tak terkunci dan Damaris sudah tak ada. Kemudian, korban bergegas menuju ke kamarnya. Mereka pun kaget lantaran berangkas berisi emas dalam kondisi kosong.  "Setelah itu, korban melaporkan kasus ini kepada kami," terangnya. 


Setelah mendapatkan laporan itu, polisi lantas mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP dan meminta keterangan dari saksi dan korban. Dari hasil olah TKP tersebut, polisi menduga kuat jika Damarislah pelakunya.  "Setelah itu, kami meneyebar anggota untuk mencari keberadaan tersangka. Sebab kami menduga jika tersangka belum jauh," jelasnya. 


Setelah tersangka selidiki, rupanya tersangka sempat berpindah-pindah tempat, seperti diaerah Jalan Pucang dan Jalan Dukuh Kupang, Surabaya. Kemudian,  polisi mendapatkan posisi terakhir tersangka di depan Plaza Marina. Disanalah ia ditangkap.


"Kami amankan tersangka bersama barang bukti sisa perhiasan emas milik manjikannya," beber Mujiani.


 Damaris mengaku jika ia sama sekali tak berniat mencuri perhiasan milik majikannya itu. Dia berkilah jika ia menjadi korban gendam melalui telepon. Sebab saat ia di rumah sendirian dia mendapatkan telepon dari seorang wanita yang bernama Niken, yang tak lain adalah majikannya.  "Kemudian si penelpon yang saya kira majikan meminta nomor Hp saya. Setelah itu, dia menelpon saya melalui Hp. Darisanalah saya dipandu untuk mengambil berangkas berisikan emas tersebut," terangnya. 


Namun karena brangkas atau safety boks tersebut terkunci, Damaris mengatakan jika penelpon memintanya membuka brangkas tersebut ke tukang las. Bahkan dirinya juga dipesankan taksi. "Begitu saya bawa brangkas itu, taksi sudah di depan rumah, saya pun naik," terangnya. 


Namun ditengah perjalanan, ia mengaku bingung dan sempet diantarkan oleh seorang satpam hotel Santika jalan Pandegiling. "Saya tak tahu dan tak sadar apa yang saya perbuat. Saya seperti digendam," kilah Damaris. (yua/rtn)

Editor : Administrator
#gendam #pencurian