SURABAYA - Suasana di Kampung Ilmu di Jalan Semarang tampak ramai dibanding hari-hari biasanya, walaupun masih dalam momen Idul Fitri. Meskipun jajaran toko buku di Kampung Ilmu tak sampai di kerubungi pengunjung, namun cukup lumayan, sekitar 5 – 10 orang.
Para pengunjung di dominasi oleh siswa SMP dan SMA, ada pula mahasiswa yang sengaja mencari buku untuk persiapan masuk sekolah tahun ajaran baru, maupun semester awal masuk kuliah. Rata-rata buku yang diminati oleh pengunjung bervariasi, mulai dari novel, cerpen, dan buku teori mata kuliah.
Agung Wirya Saputra, salah satu mahasiswa universitas swasta di Surabaya membeli beberapa buku teori ilmu hukum untuk persiapan masuk kuliah semester empat beberapa minggu lagi. "Harganya lebih murah, bukunya sih tidak seberapa lengkap, kebetulan ada yang sesuai kebutuhan jadi saya beli disini," ujar Agung, Kamis (21/6).
Harga buku-buku di sekitaran Kampung Ilmu juga relatif murah meriah dan pas di kantong pelajar atau mahasiswa. Satu buah buku biasanya di jual oleh pedagang kisaran Rp 20 – 100 ribu. Jika ada pelanggan yang beruntung, bisa menawar buku-buku tersebut menjadi lebih murah lagi dari harga normal.
Buku novel misalnya, per buku yang awalnya seharga Rp 20 ribu bisa di tawar lagi menjadi Rp 15 ribu. Seperti Agung yang beruntung membeli buku teori mata kuliah hingga 10 buah. "Tadi beruntung dapat buku 10 harganya murah, soalnya kantong mahasiswa yang tipis terjangkau beli disini," tuturnya.
Ti Ningsih salah satu pedagang menjelaskan, mulai Rabu (20/6) setelah lebaran sudah buka. Namun, masih sama seperti sebelumnya belum terlihat ramai. Kalau musim liburan banyak yang beli karena setelah masuk sekolah biasanya siswa SD membeli buku cerpen karena diberi tugas oleh guru di masing-masing sekolah.
"Ramainya ya kalau waktu mau masuk seperti ini, biasanya sudah mulai ramai. Tapi ini belum terlihat," tutur Ningsih.
Dalam satu hari Ningsih biasanya mendapat penghasilan Rp 300 ribu. Saat ramai-ramainya nanti ia bisa sampai mendapat Rp 1 juta lebih, "Sekarang sering ganti-ganti kurikulumnya, jadi itu salah satu sebabnya kalau masih sepi. Paling di cari ya buku novel dan teori mata kuliah,” pungkas pedagang yang sudah berjualan selama 15 tahun tersebut. (gin/nur)
Editor : Administrator