Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Pomal Gerebek Oknum Pamen TNI AL yang Ikuti Aliran Sesat

Administrator • Minggu, 18 Februari 2018 | 00:58 WIB
Pomal Gerebek Oknum Pamen TNI AL yang Ikuti Aliran Sesat
Pomal Gerebek Oknum Pamen TNI AL yang Ikuti Aliran Sesat

SURABAYA-Polisi Militer Angkatan Laut (Pomal) dan jajaran intelijen Pangkalan Utama TNI AL V tak kompromi menindak tegas anggotanya yang melenceng. Terbaru, Pomal mengamankan Letkol N. Oknum tersebut ditangkap lantaran diduga terlibat dalam aliran sesat di daerah Pelebon, Semarang, Jateng, Rabu malam (14/2).  


Komandan Pomal Lantamal V Kolonel Laut (PM) Khoirul Fuad, mangatakan jika penangkapan Letkol N berawal saat anggota tersebut disertir beberepa bulan. Kemudian, ia memerintahkan intelejen untuk mencari tahu keberadaan Letkol N.  


"Setelah melakukan serangkaian penyelidikan, keberadaan Letkol N berada di area Palebon Kota Semarang," ungkapnya. 


Setelah mengetahui keberadaanya, Tim Lidpam Pomal Lantamal V  yang berkoordinasi dengan Polrestabes Semarang kemudian menuju lokasi persembunyian Letkol N. Ternyata, bekalangan Letkol N diketahui mengikuti suatu aliran yang diduga melenceng dari ajaran agama. Sebab pengikutnya diharuskan menyepi dari keduniawian dan harus memulai semuanya dari Nol."Bahkan istri yang bersangkutan diduga menjadi "Kanjeng Ratu" dalam padepokan tersebut," imbuhnya. 


Proses penggrebekan cukup dramatis, sebab rumah yang digunakan oleh aliran tersebut tertutup rapat. Meski demikian, tim gabungan berhasil masuk. Letkol N dan Istri MAS berhasil ditangkap dan diamankan selanjutnya dibawa ke kantor Denpomal Lanal Semarang. 


"Pada saat yang bersamaan, ada juga pihak-pihak keluarga lain yang sudah lama mencari anggota keluarganya yang ikut aliran tersebut," papar Fuad. 


Aliran ini lanjut Fuad, mempercayai bahwa seluruh duniawi harus ditinggalkan dan kembali ke titik nol manusia. Tidak perlu salat maupun mengaji. Anak-anak tidak diperbolehkan sekolah. Ini berkaitan dengan ditemukannya banyaknya anak kecil yang ada dalam rumah tersebut yang berusia antara 3 sampai 17 tahun yang hanya tinggal di komplek tersebut.  "Masyarakat di sana juga mengaku sudah resah dengan aliran ini," 


Danpomal Lantamal V kembali menegaskan bahwa pihaknya akan terus bergerak untuk membersihkan institusi dari kenakalan oknum yang kerap merusak citra institusinya. 


"Kita terus bekerja guna mencapai Zero Crime, Pomal Lantamal V akan sikat habis kejahatan dan pelanggaran yang diduga melibatkan oknum TNI AL," pungkasnya. (yua)


Editor : Administrator