Awal terciptanya boneka Nusantara berawal dari keprihatinan, yakni prihatin dari segi busana yang ada pada boneka di pasaran. Dengan keresahan tadi, Sukma Trilaksasih pun mencoba membuatkan pakaian adat di Indonesia untuk boneka.
Ginanjar Elyas Saputra-Wartawan Radar Surabaya
Busana yang digunakan untuk boneka hasil kreasi Sukma Trilaksasih berasal dari khas daerah masing-masing, seperti Madura, Sumatera, Papua, dan Sulawesi. Pakaian adat tersebut dipotong hingga menjadi kecil-kecil, dan dirangkai menjadi busana adat mirip dengan aslinya.
Menurut dia, busana adat menjadi sarana edukasi bagi anak-anak dan kalangan remaja, dikarenakan memang tujuan diciptakannya boneka adat Nusantara ini untuk menarik peminat di kalangan mereka.
Karena kurang mendidiknya pakaian yang digunakan pada boneka-boneka di pasaran, banyak kalangan orang tua akhirnya beralih dan meminati boneka karya dari Sukma Trilaksasih, yang menggunakan konsep berbeda dari boneka lainnya.
Bahan boneka yang digunakan Sukma berasal dari Tiongkok, kemudian disulapnya dengan memberi pernak-pernik lebih detail sesuai aslinya. Terkadang, Sukma membuat boneka sesuai dengan pesanan pelanggan. "Awalnya, di tahun 2009 dulu saya tidak terpikir untuk buka usaha ini. Tetapi, kok makin hari permintaan dan minat semakin meningkat dari banyak kalangan. Akhirnya saya memulai usaha ini," kata mantan wartawan majalah Joyoboyo ini.
Rumah produksi souvenir boneka Nusantara juga mendapat pesanan dari banyak perusahaan BUMN ataupun swasta. Tak jarang, Tri, sapaan Sukma Trilaksasih, mendapat pesanan dengan berbagai macam busana, mulai dari busana wisuda untuk souvenir kelulusan universitas, dan juga souvenir acara pernikahan.
Tiap tahun ia mengaku mendapatkan banyak penghargaan dari karyanya tersebut. Tak heran, karena dia sering mengikuti pameran di tahun 2010. Sedangkan pada tahun 2011 Dinas Koperasi Kota Surabaya sering mengajak pameran. Demikian juga, Dinas Koperasi Provinsi Jatim juga mengajak pameran hingga ke luar provinsi.
Dia mengatakan, berbagai perbaikan untuk produknya dilakukan bertahap dari tahun ke tahun. Mulai dari wadah plastik yang mudah penyok, hingga pernah juga membuat desain wadah yang terbuat dari kaca. "Saya dulu pernah membuat dari kaca karena saya pikir itu sudah kuat, ternyata waktu pertama kali dibawa Bu Risma ke Jepang nggak tahu sampai sana retak, saya langsung ditegur," kata Tri. Sejak itu, dia terus menguji coba dan akhirnya membuat kemasan boneka dengan lapisan mika tebal. (*/hen)
Editor : Administrator