Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Tips Boneka Rajut, Pakai Rumus Jumlah Rajutan Agar Hasilnya Bagus

Administrator • Jumat, 5 Januari 2018 | 23:41 WIB
Tips Boneka Rajut, Pakai Rumus Jumlah Rajutan Agar Hasilnya Bagus
Tips Boneka Rajut, Pakai Rumus Jumlah Rajutan Agar Hasilnya Bagus

SURABAYA – Rajutan biasanya identik dengan pakaian hangat, topi atau tas. Namun berbeda dengan hasil rajutan Sari Satriani, berbagai boneka lucu dia hasilkan dengan teknik rajut ini. Mulai dari boneka dengan karakter binatang, tumbuhan, hingga karakter animasi populer seperti Hello Kitty, Kerropi dan Monster Inc dia hasilkan berkat ketelatenan tangannya. 


“Berawal dari hobi dan penasaran akhirnya ternyata menguntungkan, banyak yang suka,” ujar wanita 29 tahun ini. 


Boneka rajut tersebut dia buat dalam berbagai model, mulai gantungan kunci, bros, tas, dan boneka mungil yang lucu. Untuk membuat boneka rajut dibutuhkan bahan-bahan seperti benang soft katun, dakron dan  pernik pernik untuk aksesoris dan detail. Sedangkan alat yang digunakan dinamakan haken.  Ada rumus yang harus dipahami Sari dalam membuat boneka agar ukurannya sama, seperti jumlah rajutan dan  jumlah lingkaran. 


 “Proses pembuatannya bervariasi, tergantung karakter yang dibuat dan ukuran, paling lama dua minggu. Yang susah boneka karakter manusia karena ada rambutnya,” kata Sari saat ditemui di kediamannya di kawasan Kalisari Dharma, Kamis (4/1). 


Sari menjelaskan, dibutuhkan ketelatenan untuk merajut benang dan membuat boneka. Untuk mempermudah dalam pembuatan, dirinya membagi boneka menjadi beberapa bagian, seperti kepala, badan, kaki, tangan dan telinga. 


“Jadi saya merajut satu persatu bagian itu. Seperti kepala yang saya rajut dahulu lalu diisi dengan dakron. Bagian-bagian itu disambung dengan benang,” jelasnya. 


Sari mengaku mengerjakan seorang diri, dia pernah merekrut pegawai tapi tidak cocok. Agar tak mengecewakan pelanggan, Sari selalu menunjukkan hasil pekerjaannya terlebih dahulu sebelum jadi 100 persen. Begitu cocok akan dia lanjutkan. 


“Feeling masing-masing orang berbeda, jadi hasilnya beda juga,” ujar Sari. 


Untuk memasarkan produknya, Sari menggunakan media sosial dan toko online. Pernah dia membuka di bazar namun terkendala dengan sewa tempat. Beberapa pembeli ada yang berasal dari Medan, Kalimantan, Sulawesi dan Bali. 


“Saya menggunakan sistem pesanan. Saya pernah menerima pesanan 1.250 bros buat souvenir nikahan. Saya mengerjakannya selama lima bulan,” tandasnya.  (ang/nur)

Editor : Administrator