Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Gunakan Apartemen untuk Safe House, Kamuflase Sabu dalam Kemasan Kopi

Administrator • Rabu, 20 Desember 2017 | 16:00 WIB
Gunakan Apartemen untuk Safe House, Kamuflase Sabu dalam Kemasan Kopi
Gunakan Apartemen untuk Safe House, Kamuflase Sabu dalam Kemasan Kopi

SURABAYA-Modus peredaran sabu-sabu (SS) yang dilakukan oleh Heru,30, terus didalami polisi. Hasil pemeriksaan pria warga Jalan Dukuh Pakis IV, Surabaya ini terungkap jika modus tersebut sudah dilakukan sejak tiga bulan terakhir. Bahkan Heru memiliki safe house yang digunakan untuk menyembunyikan dan meracik SS kedalam bungkus kopi itu. 


Fakta tersebut diungkapkan oleh Wakasat Resnarkoba Polrestabes Surabaya Kompol Anton Prasetyo. Menurutnya, setelah Heru mendapatkan SS dari seorang bandar berinisial SP. Sekali membeli Heru bisa mendapatkan pasokan SS dengan berat minimal 5 gram. Kemudian ia membawanya ke safe house, yakni apartemen Puncak Permai, Jalan Darmo Permai 3 Raya, Surabaya. “Di apartemen ini tersangka sudah menyiapkan kopi yang akan diisi dengan SS,” ungkap Kompol Anton, Selasa (19/12). 


Anton juga menjelaskan kopi yang digunakan untuk  memasukkan SS tersebut memang memiliki tekstur yang berbeda. Bahannya terbuat dari semi kertas yang mudah di robek dan direkatkan kembali. Hal inilah yang membuat Heru memilih bungkus kopi itu untuk melancarkan aksinya. 


“Terbukti, meski sudah disobek oleh tersangka. Namun setelah direkatkan kembali, bungkus kopi terlihat seperti semula. Hal inilah yang sempat menyulitkan kami membongkar modus ini,” imbuh Anton.


Selain itu, bungkus kopi yang berisikan SS tersebut kemudian dimasukkan ke dalam satu pak yang berisi lima sachet bungkus kopi. Sehingga ada empat sachet yang berisi kopi asli sedangkan satu sachetnya sudah dimasuki SS. Modus Heru memang rapi, sehingga polisi harus lebih jeli. 


Mantan Kapolsek Asemrowo ini mengatakan, meski ini modus baru namun banyak pembeli yang berminat. Dengan alasan lebih aman, mereka sering memesan SS kepada Heru. Sehingga tak heran, jika SS dalam kemasan kopi ini ludes dalam waktu seminggu. “Dengan modusnya ini, tersangka sudah memiliki langganan tetap,” tandas Anton. 


Sedangkan Heru mengaku ide memasukkan SS ke dalam kopi tersebut muncul setelah ia mengamati bungkus kopi yang mudah disobek dan direkatkan kembali. Setelah dicoba, ternyata modus tersebut berhasil. Bisnis terlarangnya lancer tanpa terendus polisi. 


“Setelah itu saya menyewa apartemen untuk safe house. Dengan tujuan agar saya bisa leluasa meracik SS tersebut,” ungkapnya. Heru sendiri menyewa apartemen tersebut dengan tarif Rp 3 juta per bulan. 


Selain Heru, polisi mengamankan barang bukti yakni 6 pipet kaca kosong, 5 buah klip kosong dan tiga timbangan elektrik. Sedangkan dua poket SS sebarat 3,25 gram didapati sudah dimasukkan ke bungkus kopi dan siap diantarkan ke pembeli.


Seperti diketahui sebelumnya, Satresnrakoba Polrestabes Surabaya menangkap Heru tak jauh dari rumahnya pada Sabtu (17/12). Dia ditangkap setelah polisi mendapatkan informasi jika Heru merupakan pengedar SS. Setelah ditangkap, polisi mendapati modus nyeleneh Heru. Ia memasukkan SS ke dalam bungkus kopi sebelum di antarkan kepada pembeli.(yua/no) 

Editor : Administrator