SURABAYA-Dendam tidak akan menyelesaikan masalah. Justru dendam bisa menjerumuskan diri sendiri. Filosofi itu tidak ditanamkan pemuda asal Gubeng Klingsingan, Hadi Muhammad Nursid, harus berurusan dengan polisi lantaran menggasak helm di Pakuwon Trade Center (PTC) Mall.
Kanit Reskrim Polsek Wiyung, AKP Sugimin menjelaskan bahwa pemuda berusia 21 tahun itu berdalih helm merek INK miliknya hilang di PTC 26 Oktober lalu. Hal ini yang membuat tersangka membalas dengan melakukan aksi serupa. Hadiahnya dia harus berurusa dengan polisi.
“Tersangka mengaku sejak berangkat dari rumah tidak ada niatan mencuri helm. Pelaku mengaku hanya ingin jalan-jalan sambil cuci mata,” terang AKP Sugimin, Jumat (10/11). Puas berjalan-jalan di mall, pelaku bermaksud pulang dan bergegas menuju parkiran.
Saat tiba di parkiran dan menghampiri motornya, pelaku terkejut lantaran helmnya dicuri orang. Pelaku bukannya melapor, malah melancarkan aksi balasan. “Mendapati helmnya hilang, pelaku menaiki motornya dan menyabet helm yang di taruh di atas spion motor lain,” kata Kanit Reskrim Polsek Wiyung, AKP Sugimin Jumat (10/11).
Tanpa pikir panjang pelaku langsung memakainya untuk menghindari kecurigaan satpam. Apesnya, aksi pelaku sudah diintai petugas keamanan. Saat akan keluar dari pos parkir pelaku langsung ditangkap satpam dan diinterogasi.
“Pelaku sempat mengelak dituduh mencuri. Namun pelaku mengakui bahwa dia telah mencuri, kemudian oleh satpam pelaku langsung diserahkan ke kami” ungkapnya.
Sementara itu, Hadi, sapaannya nekat mencuri helm lantaran emosi. Helm miliknya hilang dicuri orang saat di taruh di atas spion motor. “Saya mencuri karena emosi. Dan saya bermaksud cari pengganti karena helm saya juga diambil orang,” ujar Hadi kepada awak media.
Tak hanya itu Hadi juga mengaku bahwa dia baru sekali mencuri helm lantaran emosi dan membalas. Apesnya aksi itu berujung hadiah menginap di kamar berjeruji besi. Dari tangan tersangka polisi menyita barang bukti satu buah helm merk JPX warna merah. (rus/rif)
Editor : Administrator