Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Gudang Wortel Tak Lolos Uji Karantina Digerebek, Bibit Asal Tiongkok

Administrator • Selasa, 22 Agustus 2017 | 15:45 WIB
Photo
Photo

SURABAYA-Sebuah gudang buah di Blok D Nomor 28 di kawasan pergudangan Romokalisari Surabaya Minggu siang (20/8) digerebek Tim Gabungan Mabes Polri. Penggerebekan itu dilakukan terkait adanya wortel impor asal Tiongkok yang ditengarai tidak sesuai dengan persyaratan karantina.


Informasinya sebelum dibawa ke kawasan pergudangan Romokalisari tersebut, wortel itu ditanam dan dipanen di perkebunan Dieng Jawa Tengah. Selain itu, menurut informasi yang diperoleh Radar Surabaya bibit wortel itu berasal dari Tiongkok. Orang yang membawa bibit worteltersebut Ngo Fuksen. Dia warga Tionghoa yang lahir di Tulungagung dan tinggal di Dian Istana Blok AA Nomor 2 Surabaya.


Ngo Fuksen sebagai perantara masuknya bibit wortel dari Tiongkok dan dia juga bermitra dengan petani lokal pegunungan Dieng Jawa Tengah. Sekali panen hasil yang didapat sebanyak 3,5 ton. Namun informasinya wortel yang dikembanngkan Ngo Fuksen dan petani kawasan Dieng itu jika dikonsumsi bisa mempengaruhi perkembangan mental terutama pada anak.


Wortel itu dikirim dari Semarang ke Surabaya pada 17 Agustus 2017 sebanyak 108 keranjang wortel disimpan di gudang dan belum sempat dipasarkan. Selain itu, sudah ada wortel yang dikemas dalam satu kardus. 


Aziz, karyawan di gudang buah milik Sugiharto membenarkan, Minggu (20/8) gudang tempatnya bekerja didatangi puluhan anggota polisi yang langsung menggeledah di dalam gudang.


“Benar. Kemarin Minggu siang sekitar pukul 13.00 ada anggota polisi datang ke sini memeriksa isi gudang dan mengambil sampel wortel,” kata Aziz saat ditemui di lokasi pergudangan. Rincia sampelnya, dua karung wortel, satu kotak bibit dan satu dos wortel ang siap edar.


Lebih lanjut Aziz mengatakan, tak hanya mengambil sampel wortel, polisi lainnya memberikan police line pada kardus yang digunakan untuk membungkus wortel.


Selain itu, Putri cleaning service gudang juga membenarkan, gudang tersebut didatangi polisi, Minggu (20/8). “Ini gudang buah sudah satu tahunan beroperasi. Ada buah apel, buah per, kelengkeng, anggur. Semuanya merupakan buah yang diimpor dari Tiongkok,” ujar Putri saat ditemui Radar Surbaya. 


Tak hanya itu, dia mengatakan kedatangan polisi ke tempat bekerjanya itu dia juga tidak tahu persis karena masalah apa. Dia menjelaskan di gudang CV Sinar Abadi itu terdapat belasan karyawan yang bekerja untuk pengiriman buah ke wilayah Jawa Timur dan Bali.


Kabid Humas Polda Jatim Komisaris Besar Polisi Frans Barung Mangera juga membenarkan bahwa Polda Jatim telah membackup Mabes Polri dalam penggerebekan Minggu siang itu.


“Polda Jatim membackup penuh. Sebenarnya kasus ini lokusnya dua. Pertama penanamanya ada di Dieng Jawa Tengah dan Pendistribusian di Jawa Timur,” kata Kombes Pol Frans Barung Mangera.


Lebih lanjut mantan kabid Humas Polda Sulawesi Selatan itu menuturkan terkait adanya informasi mengenai benih-benih wortel itu tidak berhasil diuji di Batu Malang, maka pihak Polri masih melakukan pengujian. Menurutnya kendati yang bersangkutan sudah diamankan dan sampel sudah dibawa, namun Mabes Polri masih akan melakukan penyelidikan dan menguji wortel tersebut di laboratorium forensik.


“Ini berkat kecerdikan intelijen Mabes Polri, bahwa sebelum beredar lebih jauh maka dilakukan penggerebekan itu. Dan sekali lagi saya tegaskan bahwa Polda Jatim hanya memback up penuh, dan kasus ini sepenuhnya ditangani Mabes Polri,” pungkasnya.

Editor : Administrator
#kriminal surabaya