Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Tergiur di Sewa Mahal, Dua Polisipun Jadi Korban Penipuan Rental Mobil

Administrator • Jumat, 4 Agustus 2017 | 13:30 WIB
Photo
Photo

Sindikat pelaku penggelapan mobil rental semakin lihai melancarkan aksinya. Terbukti korbannya tidak hanya warga sipil, melainkan juga dua anggota polisi yang berdinas di Polsek Bubutan. Modusnya, komplotan ini menyewa mobil dengan harga tinggi. Namun setelah beberapa bulan berjalan, mereka menggadaikan mobil tersebut. 


Yuan Abadi - Wartawan Radar Surabaya


Kedua anggota polisi yang menjadi korban tersebut adalah Nuriadi dan Hermono. Keduanya bertugas di polsek yang sama di Surabaya. Kasus ini berawal saat keduanya menyerahkan empat unit mobil, yakni tiga milik Nuradi dan satu unit milik Hermono kepada penyewa bernama Sholihudin. 


Kedua polisi tersebut tergiur lantaran harga sewa mobil tersebut dua kali lipat dari harga biasanya. Namun beberapa bulan berjalan, mereka mendapati jika sudah menjadi korban penipuan. Sebab mobil yang mereka serahkan kepada Sholihudin digadaikan. Keduanya pun melaporkan kejadian ini ke Polsek Bubutan. 


Dari laporan tersebut, Unit Reskrim Polsek Bubutan akhirnya membongkar komplotan penggelapan mobil tersebut. Mereka adalah Sholihudin alias Agil,36, tahun asal Jalan Kiai Cempo, Sidoarjo. Dia ditangkap bersama dua tersangka lain yakni Fajar Susilo,37, warga Dusun Kaliangan, Tulangan Pacitan dan Purwanto,25, warga Dusun Ngumbul, Tulakan Pacitan. Tiga tersangka tersebut ditangkap lantaran terbukti telah melakukan serangkaian penggelapan dua mobil milik polisi dan belasan mobil lain. 


Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Leonard Sinambela menjelaskan kasus ini terbongkar setelah pihaknya melakukan penyelidikan dari laporan dua anggotanya itu. Dari hasil penyelidikan itu, polisi mengetahuhi jika 3 unit mobil milik Nuriadi itu ternyata sudah berada di Pacitan. Setelah mengetahui itu, polisi langsung menuju ke Pacitan. 


"Di lokasi, kami mendapati  tiga mobil korban memang berada di sana. Kami juga berhasil mengamankan dua tersangka yakni Fajar dan Purwanto," ungkap AKBP Leonard, Kamis (3/8). 


Leo menjelaskan dari hasil pemeriksaan ternyata Fajar dan Purwanto hanya sebagai perantara untuk mencarikan penggadai mobil yang digelapkan oleh tersangka Sholihudin. Setelah mengetahui identitas pelaku penggelapan ini, polisi melakukan pengejaran. 


"Dalam proses pengejaran tersebut, kami malah mendapatkan 19 unit mobil lain, termasuk salah satunya milik anggota kami," terangnya. 


Mantan Wakasat Narkoba Polrestabes Surabaya ini mengatakan, 19 mobil tersebut dikumpulkan dalam waktu bertahap, sekitar sepuluh hari. Mobil itu ditemukan dari sejumlah wilayah di Pacitan. Setelah itu, polisi berhasil menangkap Sholihudin. Dia ditangkap di Hotel Amaris Madiun. "Penangkapan terhadap tersangka memang cukup sulit. Sebab ia selalu berpindah-pindah," lanjut Leo. 


Leo menjelaskan dalam melakukan aksinya, Sholihudin mengelabuhi korban yaitu menawarkan harga tinggi untuk sewa mobil kepada korban. Yakni antara Rp 4,5 hingga Rp 6,5 juta tergantung jenis mobil. Dia mengaku kepada para korban jika mobil itu akan dipakai untuk operasional sebuah proyek besar di Pacitan. Karena harga sewa cukup besar, membuat korban tertarik. 


"Untuk membuat korban percaya, tersangka ini melakukan pembayaran mobil sesuai sewa pada bulan-bulan awal. Hanya saja, setelah itu tersangka menggadaikan mobil-mobil tersebut," terangnya. 


Mobil tersebut digadaikan melalui perantara dua tersangka lain yakni Fajar dan Purwanto. Mobil tersebut digadaikan mulai Rp 30 jutaan, tergantung jenis mobilnya. 


Mobil yang disewa dan digelapkan oleh Sholihudin, beragam. Mulai dari Avanza, Xenia, Datsun, Innova dan Terios. Mobil-mobil itu disewa Sholihudin dari berbagai daerah di Jawa Timur, seperti Surabaya, Sidoarjo, Malang hingga Bojonegoro. 


"Tersangka mengaku aksinya ini sudah dijalankan sejak awal tahun lalu. Saat ini kami masih mendalami kasus ini untuk mengetahui kemungkinan adanya korban-korban lain," pungkas perwira dengan dua melati di pundaknya ini.

Editor : Administrator
#kriminal surabaya