RADAR SURABAYA - Kepastian cabang olahraga Tarung Derajat dipertandingkan pada Pekan Olahraga Nasional 2028 menjadi kabar menggembirakan bagi Pengurus Provinsi Keluarga Olahraga Tarung Derajat (Kodrat) Jawa Timur.
Menyambut ajang olahraga nasional tersebut, Kodrat Jatim langsung memasang target tinggi, yakni meraih gelar juara umum.
Ketua Umum Pengprov Kodrat Jawa Timur, Bambang Haryo Soekartono, menyambut baik keputusan tersebut setelah adanya kepastian dari hasil rapat koordinasi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat.
“Alhamdulillah, kita mendapat kepastian Tarung Derajat dipertandingkan di PON 2028 dari hasil rakor KONI Pusat.
Ini tentu kabar gembira dan Jawa Timur harus segera bersiap. Dengan persiapan yang baik, target kita adalah juara umum,” ujar Bambang Haryo.
Program Pembinaan Atlet Diperkuat
Menurut Bambang Haryo, berbagai program pembinaan telah disiapkan untuk meningkatkan kualitas atlet Tarung Derajat Jawa Timur.
Program tersebut meliputi peningkatan kualitas latihan hingga penyelenggaraan kompetisi berjenjang agar para atlet siap bersaing di tingkat nasional.
Salah satu program yang akan digelar adalah pelatihan nomor seni gerak yang akan dipandu langsung oleh Sang Guru Putri Dara Mentari Dradjat dari Perguruan Pusat Tarung Derajat.
“Untuk menjadi juara di nomor seni gerak, kualitasnya harus terus ditingkatkan. Rencananya pada April 2026 kita akan menggelar pelatihan yang dipandu langsung oleh perguruan pusat.
Untuk nomor tarung kita sudah mampu bersaing, tetapi tetap harus dijaga dan ditingkatkan,” kata Bambang Haryo yang juga anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia.
Dorong Puslatda Segera Terbit
Selain itu, Bambang Haryo berharap KONI Jawa Timur segera menerbitkan Surat Keputusan (SK) Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) untuk cabang Tarung Derajat. Dengan adanya Puslatda, program latihan diharapkan dapat berjalan lebih terarah dan terpantau.
Ia juga berharap kuota atlet Tarung Derajat yang masuk Puslatda cukup maksimal sehingga Jawa Timur dapat mengikuti seluruh kelas pada Pra-PON 2027.
“Kita harus tampil di semua kelas untuk mengejar tiket PON. Persaingan di Tarung Derajat cukup ketat. Biasanya dengan lima sampai enam medali emas saja sudah bisa menjadi juara umum,” ujarnya.
Persiapan Menuju PON 2028
Sementara itu, Ketua Harian Pengprov Kodrat Jawa Timur, Erwin H. Poedjono, menegaskan bahwa persiapan menuju PON 2028 kini menjadi fokus utama organisasi setelah Tarung Derajat dipastikan kembali dipertandingkan.
“Melalui proses yang panjang dan tidak mudah, Tarung Derajat akhirnya resmi dipertandingkan pada PON 2028. Ini menjadi momentum penting bagi Jawa Timur untuk mempersiapkan atlet sebaik mungkin,” ujarnya.
Sepanjang 2025, Tarung Derajat Jawa Timur mengikuti tiga kejuaraan nasional sebagai bagian dari proses pembinaan dan evaluasi atlet.
Ketiga ajang tersebut adalah Kejuaraan Nasional Pekan Olahraga Mahasiswa di Solo pada September 2025, Kejurnas PON Beladiri II di Kudus pada Oktober 2025, serta Kejurnas Pelajar Piala Kemenpora RI di Bandung pada Desember 2025.
Hasilnya cukup membanggakan. Pada Kejurnas Pekan Olahraga Mahasiswa, Jawa Timur meraih juara umum II dengan raihan 4 medali emas, 4 perak, dan 3 perunggu.
Kemudian pada Kejurnas PON Beladiri II, Jawa Timur meraih juara umum III dengan 3 emas, 1 perak, dan 2 perunggu.
Sementara pada Kejurnas Pelajar Piala Kemenpora RI, Jawa Timur kembali meraih juara umum II dengan 4 emas, 2 perak, dan 5 perunggu.
Modal Positif dari PON 2024
Sebelumnya, pada PON Aceh-Sumut 2024, Tarung Derajat Jawa Timur juga mencatatkan hasil positif dengan meraih 2 emas, 2 perak, dan 3 perunggu.
Erwin menilai capaian tersebut menunjukkan pembinaan atlet Tarung Derajat di Jawa Timur berjalan cukup baik dan sistematis, mulai dari tingkat pelajar, mahasiswa hingga kategori umum.
“Prestasi ini menunjukkan pembinaan Tarung Derajat di Jawa Timur berjalan berjenjang dan berkelanjutan,” ujar Erwin yang juga menjabat Direktur Utama PT Dharma Lautan Utama.
Ia menambahkan peluang Jawa Timur untuk meraih juara umum di PON 2028 cukup terbuka. Selain memperbaiki kualitas di nomor seni gerak, banyak atlet muda Jatim diprediksi memasuki usia emas saat PON 2028.
“Kalau dulu usia emas atlet Tarung Derajat sekitar 27 sampai 28 tahun. Sekarang justru di usia 23 sampai 24 tahun. Ini menjadi keuntungan bagi Jawa Timur karena banyak atlet kita yang masih muda dan berprestasi,” pungkasnya.(sam)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan