Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Insiden Bus Persik Dilempari Oknum Suporter, Desakan Sanksi Tegas Meningkat

Andy Satria • Selasa, 13 Mei 2025 | 20:31 WIB
Bus Persik jadi korban aksi oknum suporter yang tidak bertanggung jawab.
Bus Persik jadi korban aksi oknum suporter yang tidak bertanggung jawab.

RADAR SURABAYA – Insiden pelemparan terhadap bus pemain Persik Kediri oleh oknum suporter Arema FC menuai kecaman luas dari publik sepak bola nasional.

Peristiwa ini terjadi usai pertandingan Arema FC kontra Persik Kediri pada lanjutan Liga 1 Indonesia, yang dimenangkan oleh tim tamu dengan skor telak 0-3.

Diduga kecewa dengan hasil pertandingan, sejumlah oknum suporter Arema FC melakukan pelemparan terhadap bus pemain Persik.

Aksi tersebut menyebabkan kaca bus pecah dan beberapa pemain serta ofisial mengalami luka ringan. Kejadian ini sontak memicu kemarahan dan keprihatinan dari berbagai kalangan, termasuk para tokoh suporter.

Salah satu yang angkat suara adalah Husein Ghozali, tokoh suporter asal Surabaya yang akrab disapa Cak Conk.

Ia sangat menyayangkan insiden tersebut dan menyebutnya sebagai kemunduran dalam proses transformasi sepak bola Indonesia pasca Tragedi Kanjuruhan.

 "Kita sepakat dengan federasi bahwa pascatragedi Kanjuruhan 1 Oktober 2022, transformasi sepak bola harus bergerak ke arah yang lebih baik," ujarnya.

Cak Conk menilai bahwa insiden ini mencederai semangat sportivitas dan menjadi bukti nyata bahwa pembenahan sepak bola nasional belum berjalan maksimal.

 "Ini belum 1.000 hari sejak tragedi itu. Stadion sudah direnovasi, Arema kembali bermain di kandang sendiri, tapi kenapa insiden seperti ini kembali terjadi?" ungkapnya.

Ia juga menyayangkan kurangnya kesadaran kolektif dari sebagian suporter dalam mengambil pelajaran dari peristiwa kelam yang lalu.

 "Ada 135 nyawa melayang di Kanjuruhan, tapi seolah tak ada pelajaran. Akibatnya, kini semua peserta liga ikut terhukum. Laga tandang dilarang, silaturahmi antarsuporter terputus," tegasnya.

Cak Conk pun mendesak Komite Disiplin (Komdis) PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) untuk memberikan sanksi tegas kepada pelaku.

Menurutnya, sanksi berupa denda atau larangan bermain di kandang tidak lagi cukup untuk memberikan efek jera.

"Harus ada tindakan tegas. Lihat saja PSSI Jateng yang berani mendiskualifikasi PPSM Magelang di Liga 4. Kalau hanya didenda, kejadian seperti ini akan terus terulang. Tidak akan ada efek jera," pungkasnya.(sam)

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#Komdis PSSI #suporter #Arema FC vs Persik Kediri #suporter arema fc