Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Jalan Raya Waru Sidoarjo Dipercantik Jadi Taman Kota, Wajah Kawasan Kini Lebih Asri dan Bebas PKL

Diky Putra Sansiri • Selasa, 3 Maret 2026 | 15:01 WIB

DIPERCANTIK: Kawasan Jalan Raya Waru mulai dipercantik dengan taman kota. (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)
DIPERCANTIK: Kawasan Jalan Raya Waru mulai dipercantik dengan taman kota. (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)

RADAR SURABAYA – Kawasan Jalan Raya Waru, Sidoarjo, kini tampil dengan wajah baru. Setelah penertiban pedagang kaki lima (PKL) dan pasar tumpah, area yang sebelumnya identik dengan kemacetan dan kesan kumuh tersebut disulap menjadi taman kota yang lebih bersih, tertata, dan asri.

Penataan ini merupakan tindak lanjut dari langkah tegas Satpol PP Sidoarjo dalam menertibkan PKL yang berjualan di sepanjang badan jalan dan trotoar. Usai kawasan dinyatakan steril, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Sidoarjo langsung melakukan pembenahan dengan menempatkan deretan pot bunga di sepanjang trotoar, mulai dari samping Stasiun Waru hingga tikungan masuk Desa Kureksari.

Baca Juga: Sungai Bono Berbusa, DLHK Sidoarjo Turun Langsung Ambil Sampel Air di Dam Bono Sedati

Plt Kepala Bidang Tibumtranmas Satpol PP Sidoarjo, Raden Novianto Koesno Adi Putro, mengatakan perubahan tersebut merupakan hasil kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD).

“Alhamdulillah Waru sekarang jadi taman kota berkat kerja sama dengan DLHK. Sudah terlihat indah dan tidak kumuh lagi. Saat ini masih dipasang pot kanvas bunga. Ke depan akan kami usulkan penambahan lampu ornamen seperti di kawasan perkotaan,” ujarnya, Selasa (3/3).

Baca Juga: Waspada Pohon Tumbang di Sidoarjo, DLHK Tingkatkan Pemangkasan saat Cuaca Ekstrem

Menurutnya, ide mempercantik kawasan muncul saat ia melakukan patroli di perbatasan kota. Ia membandingkan kondisi Jalan Ahmad Yani di Surabaya yang dinilai lebih tertata dan steril dari PKL.

“Saya lihat di Surabaya sudah rapi dan tertib. Sementara Jalan Raya Waru sebelumnya masih terlihat semrawut,” jelasnya.

Baca Juga: Kepala DLHK Sidoarjo Belum Diisi, Bupati Subandi Tegaskan Tak Ingin Terburu-buru

Sebelum dilakukan penertiban, kemacetan kerap terjadi pada jam sibuk pukul 06.00 hingga 09.00. Penyebabnya adalah aktivitas PKL bunga, pasar tumpah, serta angkutan umum yang ngetem di badan jalan.

Setelah penataan dilakukan, Satpol PP juga memasang rambu larangan sesuai Perda serta meminta DLHK memperbaiki pagar yang rusak agar tidak ada celah bagi pedagang untuk kembali berjualan.

“Harapannya kawasan ini semakin rapi, estetikanya terlihat, dan kemacetan bisa terurai,” tambahnya.

Baca Juga: Stop Impor Sampah Komisi IV dan DLHK Cari Solusi Bersama

Sementara itu, Plt Kepala DLHK Kabupaten Sidoarjo, Arif Mulyono, menjelaskan penambahan elemen taman menjadi strategi agar kawasan tetap steril pasca penertiban.

“Dishub sudah mengatur lalu lintas, Satpol PP menertibkan pedagang. Kami menambah dekorasi agar kawasan ini tidak ditempati lagi dan tampil lebih hijau,” terangnya.

Selain pot bunga, DLHK juga menambahkan elemen batu dan bronjong sebagai pembatas. Penataan akan dilakukan bertahap hingga ke arah selatan dari Simpang Waru.

Ia mengakui keterbatasan lahan membuat kawasan tersebut tidak memungkinkan ditanami pohon besar karena langsung berbatasan dengan paving blok. Sebagai solusi, pot-pot bunga ditempatkan untuk menambah kesan hijau.

Kini, Jalan Raya Waru yang dulunya semrawut perlahan berubah menjadi ruang kota yang lebih tertib, nyaman dipandang, serta mendukung kelancaran arus lalu lintas di wilayah Sidoarjo. (dik/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#pkl #waru #asri #DLHK #taman