Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Kesadaran Warga Diuji, Sampah Menggunung di Jalan Ahmad Yani Sidoarjo Jadi Evaluasi Bersama

Diky Putra Sansiri • Jumat, 27 Februari 2026 | 15:48 WIB

KOTOR: Sampah menggunung di Sidoarjo mejadi perhatian khusus DLHK.
KOTOR: Sampah menggunung di Sidoarjo mejadi perhatian khusus DLHK.

RADAR SURABAYA – Tumpukan sampah yang sempat menggunung di trotoar Jalan Ahmad Yani, sekitar 350 meter di selatan Alun-alun Sidoarjo, akhirnya dibersihkan. Peristiwa ini tak hanya menjadi catatan bagi pemerintah daerah, tetapi juga pengingat pentingnya kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah.

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Sidoarjo, Arif Mulyono, menegaskan pihaknya langsung bergerak cepat setelah persoalan tersebut mencuat ke publik.

Baca Juga: Antisipasi Balap Liar, Pemkab Sidoarjo Bangun Sirkuit Drag Race Mulai 2027

“Tadi pagi (Jumat) saya sudah kumpulkan para mandor, korlap, petugas outsourcing, juga Bidang Persampahan di TPA. Ini tindak lanjut dari kemarin,” ujarnya saat dikonfirmasi Radar Sidoarjo, Jumat (27/2).

Menurut Arif, persoalan yang terjadi bukan semata-mata karena keterlambatan pengangkutan, melainkan belum tertatanya sistem pengelolaan sampah rumah tangga di kawasan jalan protokol. Selama ini, pengangkutan sampah diduga dilakukan secara perorangan atau oleh pihak swasta tanpa koordinasi yang jelas dengan Tempat Pengelolaan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R).

Baca Juga: Dokter ‘Plus’ dan Data Terpisah, Strategi KONI Jatim–RS Ubaya Tangani Kesehatan dan Cedera Atlet Agar Lebih Maksimal

“Itu memang belum termanajemen dengan baik di wilayah jalan protokol,” jelasnya.

Ia menegaskan, penanganan sampah tidak bisa hanya dibebankan pada pemerintah. Peran aktif RT, penggerobak sampah, pelaku usaha, hingga warga sangat menentukan agar sistem berjalan tertib.

DLHK kini menyiapkan langkah pembenahan menyeluruh. Dimulai dari pendataan jumlah kepala keluarga (KK) oleh masing-masing RT, memastikan siapa petugas pengangkutnya, hingga menentukan TPS3R tujuan pembuangan serta besaran iuran yang dibayarkan.

Baca Juga: Sebut Operasi Balap Liar Hari Cair, TikToker Sidoarjo Dijemput Polisi

“RT diminta mendata jumlah KK, memastikan penggerobaknya siapa, lalu dibuang ke TPS3R mana. Termasuk iurannya berapa, semua kita data,” tegas Arif.

Pendataan juga menyasar toko-toko di sepanjang jalan protokol. Targetnya, seluruh sistem sudah tertata pada pertengahan Maret mendatang. Dengan sistem yang jelas, setiap warga dan pelaku usaha diharapkan terlayani TPS3R secara resmi, bukan lagi melalui pengangkutan perorangan tanpa pengawasan.

Sembari pembenahan berlangsung, DLHK tetap mengerahkan pasukan kebersihan dan tim Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (KRTH) untuk mengangkut sampah yang terlanjur menumpuk.

“Sambil mendata, pasukan persampahan dan KRTH tetap kami gerakkan untuk mengambil sampah di pinggir jalan dan langsung mengangkutnya ke TPA,” jelasnya.

Sebelumnya, warga mengeluhkan sampah rumah tangga yang dibungkus plastik dan diletakkan di tepi trotoar Jalan Ahmad Yani hingga menumpuk sekitar sepekan. Bau menyengat, terutama saat siang hari, turut dikeluhkan.

Warga Sidoarjo Kota, Juanedi, menyebut kondisi tersebut sangat mengganggu pemandangan dan kenyamanan. “Baunya mulai menyengat, apalagi kalau siang hari. Sangat mengganggu,” katanya.

Keluhan serupa disampaikan Nur yang berharap persoalan serupa tidak terulang, terlebih di kawasan jalan utama kota.

DLHK memastikan selama bulan Ramadan pihaknya tetap turun tangan di titik-titik rawan. Namun, Arif menekankan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah sangat bergantung pada kesadaran bersama untuk tertib membuang dan mengelola sampah sesuai sistem yang telah ditetapkan. (dik/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#sampah #warga #kesadaran #DLHK #sidoarjo