Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Diduga Tercemar Limbah Industri, Sungai Bono Sidoarjo Kembali Berbusa Putih Pekat dan Ikan Mati

Diky Putra Sansiri • Rabu, 28 Januari 2026 | 16:03 WIB

 

BUTUH SEMPEL: Petugas DLHK melakukan pengecekan sungai. (DIKY SANSIRI/RADAR SURABAYA)
BUTUH SEMPEL: Petugas DLHK melakukan pengecekan sungai. (DIKY SANSIRI/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA – Aliran Sungai Dam Bono di Desa Sedati Gede, Kecamatan Sedati, Sidoarjo, kembali dipenuhi busa putih pekat menyerupai air sabun. Busa tersebut bahkan menutup permukaan sungai, sementara sejumlah ikan ditemukan mati mengambang di sekitar bendungan. Kondisi ini memicu dugaan kuat adanya pencemaran limbah yang kembali mencemari sungai tersebut.

Fenomena busa putih ini mulai terlihat sejak Selasa (27/1) pagi. Meski tidak disertai bau menyengat seperti kejadian sepekan sebelumnya, volume busa kali ini justru dilaporkan jauh lebih banyak, sehingga menimbulkan keresahan warga.

Baca Juga: Dorong UMKM Naik Kelas, BPR Delta Artha Perkuat Kredit Kurda di Sidoarjo

Warga setempat, Kiki, mengatakan kemunculan busa terjadi secara tiba-tiba dan langsung menyelimuti aliran sungai.

“Busanya mulai ada sejak Selasa pagi. Kalau yang minggu lalu itu baunya menyengat, tapi yang sekarang ini tidak berbau. Tapi jumlahnya justru lebih banyak,” ujarnya, Rabu (28/1).

Selain busa putih, temuan ikan mati di sekitar Dam Bono semakin menguatkan dugaan pencemaran lingkungan. Warga khawatir pencemaran tersebut tidak hanya merusak ekosistem sungai, tetapi juga berdampak pada kesehatan masyarakat yang masih memanfaatkan Sungai Bono untuk aktivitas sehari-hari.

Baca Juga: Layanan Kesehatan Warga Terjamin, Sidoarjo Raih UHC Award 2026 Kategori Madya

Tenaga Pekarya dan Operasional Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PUSDA) Provinsi Jawa Timur, Syaipul, menilai kemunculan busa dalam jumlah besar tersebut tidak wajar. Ia menduga kuat busa berasal dari pembuangan limbah industri di sepanjang aliran sungai.

“Kalau busanya seperti ini jelas tidak lazim. Busanya terlalu banyak, kemungkinan besar berasal dari pembuangan limbah pabrik,” tegasnya.

Baca Juga: Cegah Kecelakaan, Polsek Taman Beri Tanda Jalan Berlubang di Desa Tawangsari Sidoarjo

Ia menjelaskan, Sungai Bono merupakan aliran panjang yang melintasi sejumlah wilayah, mulai dari Kecamatan Krian, Taman, Gedangan, hingga Sedati, sebelum akhirnya bermuara ke laut.
“Kalau tercemar, dampaknya bisa meluas ke banyak wilayah,” tambahnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Sidoarjo, Arif Mulyono, menyampaikan pihaknya telah melakukan langkah awal dengan mengambil sampel air sungai untuk diuji di laboratorium.

Baca Juga: Bupati Sidoarjo Minta Proyek Rumah Pompa Kedungpeluk Rampung Sesuai Target 14 Februari 2026

“Kami telah mengambil tiga sampel air dari tiga titik di Sungai Bono pada Senin (19/1). Saat ini kami masih menunggu hasil uji laboratorium untuk mengetahui kandungan dan unsur di dalamnya,” jelas Arif.

Ia menyayangkan masih adanya pihak yang diduga membuang limbah sembarangan ke sungai. Menurutnya, tindakan tersebut sangat merugikan masyarakat dan berpotensi merusak lingkungan.

“Kami tidak akan mentoleransi pembuangan limbah sembarangan. Pada kejadian sebelumnya, busa ini sudah menyebabkan banyak ikan mati dan menimbulkan bau tidak sedap,” tegasnya.

Arif menambahkan, jika hasil uji laboratorium telah keluar, DLHK akan segera melakukan penelusuran dan pemeriksaan terhadap perusahaan-perusahaan yang diduga menjadi sumber pencemaran.

“Jika terbukti ada perusahaan yang membuang limbah secara ilegal, kami akan langsung memberikan sanksi tegas sesuai aturan yang berlaku,” pungkasnya.

Sebelumnya, fenomena busa putih di Sungai Bono juga terjadi pada Senin (19/1) dan sempat viral di media sosial. Saat itu, busa pekat disertai aroma menyengat terlihat menutupi aliran sungai dari Dam Bono hingga ke arah utara, sehingga mengganggu aktivitas warga sekitar. (dik/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#industri #ikan #sidoarjo #limbah #sungai