RADAR SURABAYA - Kerusakan parah terjadi pada jembatan Tarik Kidul. Hal tersebut dinilai membahayakan keselamatan warga yang setiap hari melintas.
Jembatan yang menghubungkan Desa Tarik Kidul, Kecamatan Tarik, Sidoarjo, dengan Desa Kwatu, Kecamatan Mojoanyar, Mojokerto, kondisinya butuh perhatian.
Kerusakan parah pada jembatan tersebut dinilai membahayakan keselamatan warga yang setiap hari melintas.
Kerusakan paling mencolok terlihat pada pagar pembatas jembatan. Di sisi timur, pagar pembatas bahkan sudah ambruk dan jebol, sementara di sisi barat kondisinya tampak keropos dan retak.
Hingga kini, belum ada perbaikan permanen yang dilakukan, meski sebelumnya sempat dijadwalkan setelah Hari Raya Idul Adha 2025.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Sidoarjo Muhammad Makhmud mengungkapkan, rencana perbaikan jembatan tersebut terkendala proses pengadaan.
“Iya, kemarin tahun 2025 gagal lelang dan tidak dapat dilanjutkan pengadaannya karena sudah tidak cukup waktu yang tersisa,” ujarnya, Jumat (16/1).
Ia menambahkan, hingga saat ini anggaran untuk perbaikan Jembatan Tarik Kidul pada tahun 2026 juga belum tersedia. Namun, masih ada peluang jika dilakukan penyesuaian anggaran.
“Iya, untuk anggaran 2026 masih belum tersedia. Mungkin nanti kalau ada pergeseran (anggaran, red) bisa diupayakan,” jelasnya.
Meski demikian, Makhmud memastikan pihaknya tetap berupaya melakukan penanganan sementara guna mengurangi risiko kecelakaan.
“Kalau untuk perbaikan sementara masih bisa dilakukan dengan pemeliharaan ringan,” katanya.
Sebagai informasi, Jembatan Tarik Kidul merupakan akses vital bagi mobilitas dan aktivitas perekonomian masyarakat, khususnya warga Sidoarjo Barat (Sibar).
Setiap hari, jembatan tersebut dilalui berbagai jenis kendaraan, mulai dari sepeda motor hingga kendaraan roda empat, yang mengandalkan jalur penghubung antarwilayah Sidoarjo–Mojokerto itu. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista