Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Evakuasi Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo Resmi Ditutup, Evakuasi 66 Korban Meninggal Dunia dan Temukan 7 Body Part

Diky Putra Sansiri • Selasa, 7 Oktober 2025 | 20:05 WIB
BERAKHIR: Alat berat dan truk membersihkan puing-puing reruntuhan musala dan kamar asrama di Ponpes Al-Khoziny, Sidoarjo.
BERAKHIR: Alat berat dan truk membersihkan puing-puing reruntuhan musala dan kamar asrama di Ponpes Al-Khoziny, Sidoarjo.

RADAR SURABAYA - Tragedi ambruknya bangunan musala Pondok Pesantren Al-Khoziny di Kecamatan Buduran, Sidoarjo, memasuki babak akhir. Selasa (7/10) pagi, menjadi saksi berakhirnya operasi evakuasi dan pembersihan yang berlangsung intens selama sembilan hari.

Dua unit alat berat terakhir, berjenis wheel loader, ditarik keluar dari lokasi menjelang malam, menandai transisi dari fase tanggap darurat ke tahap pemulihan.

Tragedi ini mengguncang publik nasional, memicu evaluasi besar-besaran terhadap standar konstruksi bangunan pesantren, dan membuka diskusi tentang keselamatan santri di seluruh Indonesia.

Evakuasi Hari Terakhir

Hingga Senin (6/10) malam, tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi 13 korban terakhir dari sektor A2 dan A3.

Proses ekstrikasi berlangsung sejak pukul 03.35 WIB hingga 21.03 WIB, melibatkan ratusan personel dari berbagai instansi.

Beberapa korban ditemukan dalam kondisi tidak utuh, termasuk dua body part yang berhasil dievakuasi pada malam hari.

Berikut adalah rincian waktu evakuasi korban terakhir:

Pukul 03.35 WIB → Korban ke-67 dari sektor A3
Pukul 13.28–18.34 WIB → Korban ke-68 hingga ke-78 dari sektor A2
Pukul 21.03 WIB → Korban ke-79 (body part: tangan) dari sektor A2

Total korban yang tercatat dalam tragedi ini mencapai 170 orang. Dari jumlah tersebut, 104 orang dinyatakan selamat, 66 meninggal dunia, dan tujuh lainnya ditemukan dalam bentuk bagian tubuh.

Operasi penyelamatan melibatkan unsur SAR dari Kantor SAR Surabaya, BSG, SAR Semarang, SAR Yogyakarta, BPBD Jawa Timur, BPBD Sidoarjo, TNI-Polri, serta organisasi relawan seperti Banser, MDMC, SAR Astra, LPBI NU, dan BAZNAS. Koordinasi lintas instansi ini menjadi kunci keberhasilan dalam proses evakuasi yang kompleks dan berisiko tinggi.

Penarikan Alat Berat dan Pembersihan Puing

Selasa (7/10) pagi, alat berat resmi dihentikan operasinya. Dump truk milik Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo mengambil alih pengangkutan sisa material dari sektor A1 dan A2 ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Griyo Mulyo, Jabon.

Mobil ambulans terakhir yang keluar dari lokasi pada Senin malam membawa jenazah korban terakhir ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jawa Timur untuk proses identifikasi lanjutan.

Dari pantauan Radar Sidoarjo, menunjukkan bahwa aktivitas truk masih berlangsung hingga pukul 07.00 WIB. Petugas DLHK terus mengangkut puing-puing bangunan yang tersisa, memastikan lokasi bersih dan aman sebelum ditutup sepenuhnya.

Rencana Pemulihan

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mulai menyusun langkah pemulihan pascabencana.

Bupati Sidoarjo Subandi menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan audit terhadap seluruh bangunan pesantren di wilayahnya, serta memberikan dukungan psikososial bagi keluarga korban.

“Kami tidak hanya fokus pada pembersihan, tetapi juga pemulihan mental dan fisik para santri serta keluarga yang terdampak,” ujar Subandi.

BNPB juga mengusulkan agar seluruh pondok pesantren di Indonesia menjalani sertifikasi laik bangunan dan memiliki izin konstruksi resmi. Langkah ini dinilai krusial untuk mencegah terulangnya tragedi serupa di masa depan.

Berakhirnya proses evakuasi dan pembersihan di Pondok Pesantren Al-Khoziny menandai penutupan fase tanggap darurat dari salah satu tragedi konstruksi paling memilukan di Jawa Timur.

Dengan total 170 korban tercatat dimana 66 diantaranya meninggal dunia, insiden ini menjadi pengingat penting akan urgensi legalitas dan keselamatan bangunan pendidikan keagamaan.

Pemerintah kini dihadapkan pada tugas besar: memastikan pemulihan menyeluruh, memperketat regulasi konstruksi, dan melindungi jutaan santri di seluruh Indonesia dari risiko serupa. (dik/sai/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#Musala Ambruk #Ponpes Al Khoziny #rs bhayangkara polda jatim #body part #ponpes #santri #meninggal dunia #sidoarjo