Sidoarjo - Seorang calo bus bernama Rudi babak belur setelah dikeroyok sekelompok calon penumpang di Terminal Purabaya, Sidoarjo. Peristiwa yang terjadi di area pintu keluar terminal itu langsung viral setelah videonya tersebar luas di media sosial.
Keributan bermula ketika seorang calon penumpang menyerahkan uang Rp 125.000 kepada Rudi untuk mencarikan bus jurusan Banyuwangi. Namun, setelah menunggu hampir dua jam, bus yang dijanjikan tak kunjung berangkat. Rudi hanya mengembalikan Rp 100.000 dari uang yang diterimanya, sehingga menyisakan selisih Rp 25.000.
Merasa dirugikan, calon penumpang itu lantas menghubungi teman-temannya. Enam hingga delapan orang datang dan langsung mengeroyok Rudi hingga tersungkur. Aksi tersebut memicu kepanikan di sekitar terminal dan menjadi tontonan warga.
Kanit Reskrim Polsek Waru, AKP Adik Agus Putrawan, membenarkan adanya peristiwa pengeroyokan tersebut. Polisi bahkan menemukan benda mirip batu bata putih di lokasi kejadian yang diduga digunakan untuk memukul korban. Meski demikian, hingga kini Rudi selaku korban belum melaporkan kasus ini secara resmi ke pihak kepolisian.
Insiden ini kembali menyoroti praktik calo yang marak di terminal besar seperti Purabaya. Calo kerap menawarkan jasa mencari bus, namun seringkali merugikan penumpang. Aparat kepolisian bersama pengelola terminal diharapkan lebih tegas menertibkan praktik tersebut demi menjaga keamanan dan kenyamanan penumpang.
Masyarakat diimbau untuk menggunakan jalur resmi pembelian tiket agar terhindar dari tindak penipuan serupa. Kasus pengeroyokan ini menjadi pelajaran bahwa praktik calo bukan hanya merugikan secara finansial, tetapi juga berpotensi menimbulkan kericuhan sosial. (sry/mel/fir)
Editor : M Firman Syah