Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Pakar Geologi ITS: Gempa Bisa Terjadi Setiap Saat

Administrator • Senin, 12 April 2021 | 14:00 WIB
Pakar Geologi ITS: Gempa Bisa Terjadi Setiap Saat
Pakar Geologi ITS: Gempa Bisa Terjadi Setiap Saat

SURABAYA - Gempa bumi berkekuatan 6,7 SR dengan durasi sekitar 37 detik itu mengguncang kawasan selatan Jawa Timur, Sabtu (10/4) pukul 14.00. Getaran lindu itu berdampak di 17 kabupaten/kota.


Peneliti senior dari Pusat Penelitian Mitigasi Kebencanaan dan Perubahan Iklim ITS Dr Ir Amien Widodo MSi menjelaskan, gempa itu terjadi karena adanya aktivitas zona subduksi yang terbentuk akibat tumbukan lempeng Indo-Australia dengan lempeng Eurasia. Tumbukan lempeng tersebut terjadi sekitar 200 kilometer dari pantai selatan Pulau Jawa.


“Karena posisi tumbukan miring, maka sepanjang jalur tumbukan dua lempeng tersebut terjadi gempa,” ujar Amien Widodo, Minggu (11/4).


Amien menyebut kejadian itu adalah hal yang lumrah mengingat letak geografis Indonesia berada di pertemuan tiga lempeng utama dunia, yaitu Eurasia, Indo-Australia, dan Pasifik. "Jadi, masyarakat harus selalu waspada,'' kata pakar geologi ini.


Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut pusat gempa berada di 90 kilometer barat daya Kabupaten Malang dan berpusat di lepas pantai dengan kedalaman 25 kilometer. BMKG menyatakan bahwa gempa bumi yang juga dirasakan di beberapa wilayah lain di Jawa Timur tersebut, tapi tidak berpotensi tsunami.


Amien mengatakan bahwa tumbukan dua lempeng tersebut terus mengalami pergesaeran dengan kecepatan mencapai tujuh sentimeter per tahun. Pergeseran akan terus terjadi hingga ada bagian tumbukan yang pecah dan menimbulkan gempa. “Jalur tumbukan ini berada dari daerah Banten hingga Banyuwangi,” jelasnya.


Beruntung, gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Hal ini karena pergeseran lapisan terjadi secara horizontal dan tidak menyebabkan gelombang tinggi air laut.


Amien berharap seluruh masyarakat Indonesia lebih waspada dan mengenali potensi-potensi bencana alam agar mampu meminimalisasi korban jiwa. “Indonesia terletak di daerah rawan bencana alam, maka masyarakat harus bisa mengenali ancaman-ancaman ini dan beradaptasi dengannya,” kata pria yang akrab disapa Kang Amien itu.


Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPB) Linmas Kota Surabaya Irvan Widyanto menyatakan, secara umum belum ada laporan bangunan rusak di Kota Surabaya akibat gempa bumi itu. "Cuma sempat menimbulkan kepanikan warga,"  katanya.


Namun, Irvan menyebut ada laporan yang belum jelas dan masih perlu dikonfirmasi mengenai adanya garasi rumah warga di Semolowaru yang mengalami rusak saat gempa terjadi. "Tapi itu belum diketahu dampak gempa atau tidak," katanya.


Berdasar pantauan BPB Linmas, kepanikan terjadi di sejumlah pusat perbelanjaan di Surabaya, seperti WTC, Pusat Grosir Surabaya (PGS), dan Galaxy Mall. "Pengunjung sempat semburat saat gempa itu terjadi. Sedangka di Tunjungan Plaza (TP) sempat panik tapi tidak terlalu berhamburan," katanya.  (rmt/rek)

Editor : Administrator