SIDOARJO - Kondisi psikologi masyarakat yang menjadi pertimbangan Pemkab Sidoarjo untuk mengakhiri Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Meskipun tingkat penyebaran Covid-19 masih tinggi, yakni 1,3 dan normalnya di bawah 1.
Untuk itu, pemkab menyiapkan rancangan peraturan bupati (raperbup). Dalam raperbup tersebut penerapan protokol kesehatan di semua lini kehidupan jadi poin penting. Masyarakat diberi ruang untuk beraktivitas namun diminta tetap waspada.
Termasuk disiplin protokol kesehatan dan physical distancing di mal, restoran, tempat usaha lain yang menyedot banyak kerumunan.
Wakil Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin mengatakan, rapid tes massal bagi pengunjung dan karyawan retail dan swalayan akan diselenggarakan pemkab.
"Resto sudah boleh menerima pesanan makan di tempat. Tapi dibatasi hanya 50 persen dari kapasitas," katanya saat rapat dengar pendapat bersama Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia (Aprindo) Jawa Timur.
Ketua Aprindo Jawa Timur April Wahyu Widati menjelaskan dari pengusaha retail sudah menjalankan protokol kesehatan mencegah Covid-19 dengan baik. Aprindo menyikapi bukan dengan senang hati tapi dengan hati-hati. "Kalau dari kami, pembatasan ini tidak masalah," terangnya.
Karena bagaimanapun saat ini retail atau swalayan dengan tingkat kunjungan 40 persen sudah luar biasa. Memang saat ini kondisi daya beli masyarakat sedang sangat rendah.Fokus belanja hanya untuk keperluan bahan pokok.
"Masih proses transisi, jadi pengunjung masih dalam taraf kecil. Cukup rendah, 10 hingga 15 persen dari biasanya," pungkasnya.
Dari pantauan Radar Sidoarjo, sejumlah toko ritel di pusat perbelanjaan di Sidoarjo sudah banyak yang buka. Di Lippo Plaza misalnya, tidak sedikit dari mereka yang menerapkan protokol kesehatan. Mulai dari pemakaian masker dan face shield. "Mulai hari ini, kami juga melakukan pembatasan pengunjung," terang Shela, marcomm Lippo Plaza.
Begitu juga di Transmart Sidoarjo. Di gerbang masuk sudah disediakan tempat cuci tangan. Kemudian satu per satu customer dicek suhunya. "Kalau ada yang demam tidak diperkenankan masuk," terang salah satu sekuriti Transmart.
Di sejumlah ritel, para pegawai juga nampak mengenakan masker. Kemudian di area kasir juga disediakan pembatas agar antrean pengunjung tidak terlaku bergerombol. (rpp/son/nis/rud)
Editor : Administrator