RADAR SURABAYA – Barcelona berhasil membuat kejutan besar di bursa transfer musim panas 2026 dengan merekrut Rodri dari Manchester City.
Gelandang Timnas Spanyol itu sebelumnya diyakini banyak pihak akan bergabung dengan Real Madrid.
Rodri resmi bergabung dengan Barcelona setelah klub Catalan tersebut mencapai kesepakatan transfer senilai £65,4 juta (Rp1,58 triliun) Pemain berusia 30 tahun itu dikontrak hingga 2030.
Kepindahan Rodri ke Barcelona menjadi salah satu transfer paling mengejutkan pada musim panas ini.
Pasalnya, Real Madrid sebelumnya disebut sebagai kandidat kuat untuk mendapatkan tanda tangan sang gelandang.
Rodri Pilih Barcelona, Bukan Real Madrid
Selama berbulan-bulan, rumor kepindahan Rodri ke Real Madrid semakin kuat. Faktor keluarga dan keinginannya kembali ke Spanyol membuat Madrid dipandang sebagai tujuan paling logis.
Baca Juga: Jamal Musiala Kembali Kolaps, Ungkap Gangguan Neurologis yang Dialaminya
Rodri berasal dari Villanueva de la Cañada, wilayah yang hanya berjarak sekitar 32 kilometer dari Stadion Santiago Bernabéu.
Bahkan, sejumlah anggota keluarganya disebut memiliki kedekatan dengan Real Madrid. Namun, prediksi tersebut akhirnya meleset.
Rodri justru memilih Barcelona. Dalam perkenalannya sebagai pemain baru Blaugrana, ia menegaskan bahwa Barcelona merupakan pilihan pertamanya.
“Saya sangat bahagia berada di sini. Ini adalah hari yang sangat istimewa, babak baru yang sangat penting dalam karier saya,” ujar Rodri.
“Barcelona adalah klub luar biasa, tolok ukur global dalam pendekatannya terhadap sepak bola dan nilai-nilai yang diusungnya.
Saya memiliki pilihan lain, tetapi Barcelona adalah pilihan pertama saya dan saya sudah menyampaikan hal itu dengan jelas.”
Karakter Rodri Jadi Alasan Barcelona Lebih Cocok
Keputusan Rodri sebenarnya dapat dipahami jika melihat karakter sang pemain.
Berbeda dengan sejumlah pesepak bola papan atas yang aktif membangun citra di media sosial, Rodri dikenal sangat menjaga kehidupan pribadinya. Ia tidak banyak membagikan aktivitas sehari-hari kepada publik.
Baca Juga: Megawati Hangestri Jadi Senjata Baru Hyundai Hillstate, Rival V-League Bisa Ketar-ketir
Rodri juga pernah menegaskan bahwa dirinya tidak bermain sepak bola demi popularitas atau penghargaan individual.
“Saya tidak bermain sepak bola untuk itu. Mungkin orang-orang ingin saya lebih mudah dipasarkan, tetapi saya memahami sepak bola secara berbeda,” katanya.
Karakter tersebut dinilai lebih dekat dengan identitas Barcelona yang mengedepankan sepak bola sebagai filosofi permainan.
Barcelona memiliki sejarah panjang dengan permainan berbasis penguasaan bola dan permainan posisi melalui nama-nama besar seperti Johan Cruyff, Pep Guardiola, hingga Lionel Messi.
Rodri dan Filosofi Barcelona
Kedatangan Rodri diyakini sangat sesuai dengan kebutuhan Barcelona.
Sebagai gelandang bertahan, Rodri memiliki kemampuan mengatur tempo permainan, membaca situasi, mendistribusikan bola, serta menjaga keseimbangan tim.
Pengalamannya bersama Manchester City di bawah Pep Guardiola juga menjadi modal penting.
Rodri merupakan salah satu pemain utama dalam sistem permainan berbasis penguasaan bola yang diterapkan Guardiola.
Di Barcelona, kemampuan tersebut berpotensi semakin berkembang dalam sistem Hansi Flick.
Rodri juga tidak akan kesulitan beradaptasi dengan lingkungan baru. Tujuh rekan setimnya di Timnas Spanyol yang menjuarai Piala Dunia disebut akan menjadi rekan satu klubnya di Barcelona. Lima di antaranya bahkan tampil bersamanya pada partai final.
Barcelona Manfaatkan Situasi Real Madrid
Barcelona mulai bergerak ketika negosiasi Rodri dengan Real Madrid tidak mengalami perkembangan signifikan.
Direktur olahraga Barcelona, Deco, disebut mengetahui situasi tersebut. Kondisi semakin terbuka setelah Frenkie de Jong mengalami cedera sehingga Barcelona membutuhkan tambahan gelandang berkualitas.
Proposal awal Barcelona diperkirakan berada di kisaran £40 juta, tetapi nilai tersebut masih berada di bawah valuasi Manchester City.
Situasi berubah setelah Rodri menyampaikan kepada Real Madrid bahwa Barcelona merupakan pilihan utamanya.
Negosiasi kemudian berlanjut hingga Barcelona akhirnya mencapai kesepakatan senilai £65,4 juta.
Manchester City Kehilangan Salah Satu Pemain Terpenting
Bagi Manchester City, kepergian Rodri menjadi kehilangan besar.
Selama tujuh tahun membela klub, Rodri berhasil mengoleksi empat gelar Liga Primer Inggris, tiga Piala Liga Inggris, dua Piala FA, satu Liga Champions, serta satu Piala Dunia Antarklub FIFA.
Baca Juga: Bursa Transfer: Liverpool Siapkan Taktik untuk Datangkan Bradley Barcola dengan Harga Lebih Murah
Rodri juga menjadi salah satu pemain paling berpengaruh dalam era kesuksesan Manchester City bersama Guardiola.
Setelah kepergiannya, City masih membutuhkan pemain berpengalaman untuk mengisi posisi yang ditinggalkan.
Klub sebelumnya telah merekrut Ayyoub Bouaddi yang baru berusia 18 tahun dengan nilai transfer sekitar £80 juta (Rp1,94 triliun).
Namun, kehadiran pemain muda tersebut belum sepenuhnya menjawab kebutuhan City untuk menggantikan pengalaman dan kepemimpinan Rodri.
Rodri Tinggalkan Manchester City dengan Pesan Menyentuh
Rodri mengucapkan salam perpisahan kepada Manchester City melalui situs resmi klub.
Ia mengaku Manchester telah menjadi bagian penting dalam kehidupannya, bukan hanya dalam karier sepak bola, tetapi juga kehidupan pribadi.
“City tidak hanya membuat saya berkembang sebagai pemain. Mereka juga membuat saya berkembang sebagai manusia,” kata Rodri.
“Manchester membentuk seluruh hidup saya. Sekarang waktunya mengucapkan selamat tinggal. Terima kasih kepada klub, para penggemar, staf, dan rekan-rekan setim saya. Hati saya akan selalu berwarna biru.”
Kini, tantangan baru menanti Rodri di Barcelona.
Setelah lama diprediksi kembali ke Madrid, sang kapten Spanyol justru memilih Barcelona.
Transfer senilai £65,4 juta (Rp1,58 triliun) tersebut sekaligus menjadi salah satu kejutan terbesar bursa transfer musim panas 2026.(rak)
Editor : Rahmat Adhy KurniawanSumber : Dailymail.co.uk