Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Luis Enrique: Motivasi PSG Pertahankan Gelar Lebih Besar daripada Ambisi Arsenal Raih Trofi Perdana

Rahmat Adhy Kurniawan • Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:48 WIB
Terjemahan:

Luis Enrique akan menyamai rekor Zinedine Zidane (Real Madrid) sebagai satu-satunya pelatih yang berhasil mempertahankan gelar Liga Champions sejak kompetisi ini menggunakan format Liga Champions pada musim 1991/1992. (The Guardian)
Terjemahan: Luis Enrique akan menyamai rekor Zinedine Zidane (Real Madrid) sebagai satu-satunya pelatih yang berhasil mempertahankan gelar Liga Champions sejak kompetisi ini menggunakan format Liga Champions pada musim 1991/1992. (The Guardian)

RADAR SURABAYA – Pelatih Paris Saint-Germain, Luis Enrique, menegaskan bahwa motivasi timnya untuk mempertahankan gelar Liga Champions lebih besar dibandingkan ambisi Arsenal yang berusaha meraih mahkota Eropa pertama dalam sejarah klub.

PSG tampil sebagai juara bertahan setelah menghancurkan Inter Milan dengan skor telak 5-0 pada final musim lalu di Munich.

Klub asal Prancis itu kini difavoritkan untuk kembali berjaya saat menghadapi Arsenal dalam partai final yang berlangsung di Puskás Aréna, Budapest, Sabtu (30/5) malam pukul 23.00 WIB. 

Bagi Arsenal, laga ini menjadi final Liga Champions pertama sejak 2006. Saat itu, The Gunners harus mengakui keunggulan Barcelona dengan skor 1-2 di Paris.

Baca Juga: Analisis PSG vs Arsenal: Cara Arsenal Redam Sayap Mematikan PSG Jadi Penentu Gelar

Menjelang pertandingan, pelatih Arsenal, Mikel Arteta, sempat menarik perhatian setelah menyatakan, “Kami akan menjadi juara Eropa pada Sabtu nanti.”

Ketika ditanya apakah pernyataan Arteta memberi motivasi tambahan bagi para pemain PSG, Luis Enrique enggan menjawab secara langsung.

 Namun, pelatih asal Spanyol itu menegaskan bahwa peluang menjadi tim kedua di era Liga Champions yang mampu mempertahankan gelar, setelah Real Madrid, menjadi dorongan besar bagi skuadnya.

“Ya, keinginan mereka untuk memenangkan gelar pertama tentu sangat kuat,” ujar Luis Enrique.

“Tetapi, tahukah Anda seberapa besar motivasi untuk memenangkan gelar kedua secara beruntun? Itu lebih besar. Jadi, kami berada selangkah di depan.”

“Saya rasa tidak ada motivasi yang lebih besar daripada memenangkan Liga Champions. Besok kita akan melihat siapa yang lebih baik.

 Kami sama-sama menjuarai liga domestik masing-masing, dan saya akan fokus pada hal-hal positif dari tim saya agar kami bisa menampilkan kemampuan terbaik.”

Luis Enrique menambahkan bahwa kesempatan tampil di final Liga Champions tidak datang setiap musim, sehingga timnya harus memanfaatkannya semaksimal mungkin.

Baca Juga: Francisco Rivera Resmi Perpanjang Kontrak di Persebaya hingga 3 Musim ke Depan

“Ini adalah sumber motivasi bagi kami. Kami sudah mencatatkan nama dalam sejarah sebagai salah satu tim terbaik di Eropa.

Namun, kami ingin lebih dari itu. Anda tidak pernah tahu kapan akan kembali ke final Liga Champions, jadi kesempatan ini harus dimaksimalkan,” katanya.

Dembélé dan Hakimi Siap Tampil

PSG mendapat kabar baik menjelang laga puncak. Ousmane Dembélé dan Achraf Hakimi dipastikan masuk dalam skuad final setelah pulih dari cedera.

Luis Enrique, yang telah memenangkan 11 dari 12 final yang dijalaninya sebagai pelatih, diperkirakan akan menurunkan 10 pemain yang juga menjadi starter saat final musim lalu di Munich.

Dembélé sebelumnya diragukan tampil karena mengalami cedera betis. Namun, penyerang tim nasional Prancis itu mengaku tidak pernah khawatir absen dalam laga final dan menegaskan bahwa PSG sangat berambisi mencetak sejarah.

“Kami memiliki skuad muda yang penuh ambisi. Kami tidak ingin cepat berpuas diri,” ujar Dembélé.

“Kami tahu akan menjadi sesuatu yang bersejarah jika berhasil melakukannya. Jika ingin menjadi pemain hebat, maka inilah trofi-trofi yang harus terus dimenangkan, berulang kali.”

Dengan status juara bertahan dan pengalaman tampil di laga besar, PSG bertekad mempertahankan dominasinya di Eropa.

Sementara itu, Arsenal mengusung mimpi besar untuk mengakhiri penantian panjang dan mengangkat trofi Liga Champions pertama dalam sejarah klub.(rak) 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#PSG vs Arsenal #mikel arteta #Liga Champions #motivasi #luis enrique