RADAR SURABAYA – Tottenham Hotspur memastikan bertahan di Premier League dengan cara yang penuh ketegangan setelah
menundukkan Everton dalam laga penentuan di Stadion Tottenham Hotspur, Minggu (24/5).
Gol tunggal Joao Palhinha pada menit ke-43 menjadi penentu kemenangan yang sekaligus mengakhiri ancaman degradasi Spurs dari kasta tertinggi sepak bola Inggris.
Pertandingan berlangsung dalam atmosfer mencekam sejak awal. Spurs datang dengan beban besar setelah menjalani musim yang buruk di kandang,
sementara tekanan semakin meningkat karena hasil pertandingan lain yang melibatkan West Ham United ikut memengaruhi nasib mereka di papan bawah klasemen.
Babak Pertama: Spurs Dominan, Palhinha Jadi Pembeda
Spurs tampil lebih agresif sejak menit awal dengan menguasai permainan dan menciptakan sejumlah peluang. Namun kebuntuan baru pecah menjelang turun minum.
Baca Juga: Drama Anfield: Liverpool Ditahan Brentford, Air Mata Perpisahan Salah dan Robertson
Berawal dari situasi bola mati, Palhinha memanfaatkan bola muntah di kotak penalti setelah sundulan awalnya membentur tiang.
Meski sempat ditepis kiper Jordan Pickford, bola tetap melewati garis gawang dan membuat publik tuan rumah bergemuruh.
Gol tersebut menjadi sangat krusial karena Spurs hanya membutuhkan hasil imbang untuk memastikan bertahan di Premier League.
Babak Kedua: Tekanan Everton dan Drama Tanpa Henti
Memasuki babak kedua, pertandingan berubah menjadi neraka bagi Spurs. Everton meningkatkan intensitas serangan, sementara kabar gol dari laga lain membuat stadion semakin tegang.
Spurs cenderung bertahan dalam, berusaha mempertahankan keunggulan tipis mereka. Beberapa peluang berbahaya Everton hampir menyamakan kedudukan,
termasuk momen menegangkan di masa injury time ketika kiper Spurs melakukan penyelamatan penting yang menyelamatkan musim mereka.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Senin, 25 Mei 2026: Cerah di Siang Panas, Potensi Hujan Ringan Malam Hari
Tambahan waktu yang panjang membuat suasana semakin dramatis. Setiap serangan Everton disambut kecemasan besar dari suporter tuan rumah.
Roberto De Zerbi dan Misi Bertahan Spurs
Manajer Roberto De Zerbi menjadi sorotan setelah berhasil membawa Spurs keluar dari situasi kritis.
Dalam tujuh laga terakhir, Spurs mencatat tiga kemenangan dan dua hasil imbang yang cukup untuk menjaga posisi mereka di Premier League.
Meski demikian, musim ini tetap dianggap sebagai salah satu yang paling mengecewakan dalam sejarah klub, terutama karena performa buruk di kandang yang hampir menyeret mereka ke degradasi.
Nasib West Ham Ikut Terseret
Di sisi lain, kemenangan Spurs turut memengaruhi nasib West Ham yang harus menerima kenyataan pahit di akhir musim.
Persaingan papan bawah yang berlangsung ketat membuat hasil satu pertandingan saja berdampak besar terhadap klasemen akhir.
Meskipun menang 3-0 atas Leeds United, West Ham United terdegradasi karena Spur juga menang.
Statistik Pertandingan
Penguasaan bola: Spurs 54% – Everton 46%
Tembakan: Spurs 20 – Everton 10
Tembakan tepat sasaran: Spurs 2 – Everton 1
Tendangan sudut: 7 – 7
Kemenangan 1-0 ini bukan hanya soal tiga poin, tetapi juga tentang bertahannya Spurs di Premier League musim depan.
Gol Palhinha menjadi penentu dalam laga penuh tekanan, sementara Everton gagal memanfaatkan peluang untuk mengubah situasi.
Spurs kini bisa bernapas lega, meski pekerjaan besar menanti untuk memperbaiki performa musim depan.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan