RADAR SURABAYA – Manchester City sukses menjuarai Piala FA 2026 setelah mengalahkan Chelsea dengan skor tipis 1-0 pada final di Wembley, Sabtu (16/5).
Gol semata wayang dicetak Antoine Semenyo melalui aksi brilian yang menjadi penentu kemenangan tim asuhan Pep Guardiola.
Kemenangan ini terasa spesial bagi Guardiola. Selain menambah koleksi trofi, hasil tersebut juga mempertegas dominasi City di era kepelatihannya.
Piala FA 2026 menjadi trofi besar ke-17 yang diraih Guardiola selama 10 tahun menangani The Citizens.
Momen Magis Penentu Laga
Pertandingan berlangsung ketat sejak awal. Chelsea yang tampil di bawah arahan pelatih interim Calum McFarlane mampu
memberikan perlawanan sengit dan bahkan sempat mendominasi permainan pada babak kedua.
Namun, kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-72. Berawal dari pergerakan Bernardo Silva yang mengalirkan bola ke Erling Haaland, Semenyo yang berada di tengah kotak penalti melakukan sentuhan tumit spektakuler.
Meski dalam penjagaan ketat Levi Colwill, ia mampu mengarahkan bola ke sudut jauh gawang tanpa mampu dihalau kiper Robert Sánchez.
Gol tersebut menjadi satu-satunya pembeda dalam laga yang cenderung minim peluang bersih.
Dominasi City, Chelsea Gagal Bangkit
Sepanjang babak pertama, Manchester City mendominasi penguasaan bola. Namun, penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat peluang demi peluang terbuang.
Sementara itu, Chelsea lebih banyak mengandalkan serangan balik dan pendekatan defensif.
Memasuki babak kedua, Chelsea tampil lebih agresif. Gelandang Moisés Caicedo hampir mencetak gol melalui sundulan, tetapi berhasil disapu Rodri di garis gawang.
Sayangnya, momentum tersebut gagal dimanfaatkan. City justru mampu menjaga keunggulan hingga peluit panjang dibunyikan.
Rekor Buruk Chelsea Berlanjut
Kekalahan ini memperpanjang catatan buruk Chelsea di partai final. The Blues kini menelan tujuh kekalahan beruntun di final
kompetisi domestik. Situasi tersebut semakin mempertegas kebutuhan perubahan dalam tim.
Manajemen Chelsea dikabarkan tengah menyiapkan pelatih baru, dengan nama Xabi Alonso menjadi kandidat terkuat untuk memimpin proyek kebangkitan klub musim depan.
Guardiola Ukir Sejarah
Bagi Guardiola, trofi ini bukan sekadar gelar tambahan. Dengan persaingan Liga Inggris yang semakin ketat—di mana Arsenal berpeluang besar menjadi juara—Piala FA menjadi pelipur sekaligus bukti konsistensi Manchester City di level tertinggi.
Jika benar ini menjadi musim terakhir Guardiola di Etihad, maka ia berpotensi menutup era emasnya dengan cara yang sempurna: trofi dan kenangan manis di Wembley.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan