Roberto De Zerbi Merendah Jelang Debut di Tottenham, Bandingkan Diri dengan Frank dan Tudor
RADAR SURABAYA – Pelatih baru Tottenham Hotspur, Roberto De Zerbi, menunjukkan sikap rendah hati jelang laga debutnya di Liga Inggris.
Ia menegaskan tidak merasa lebih baik dibandingkan dua pelatih sebelumnya, Thomas Frank dan Igor Tudor.
Pernyataan tersebut disampaikan De Zerbi saat Tottenham tengah berada dalam tekanan besar akibat performa buruk sepanjang musim 2025/2026.
“Saya tidak lebih baik dari Frank atau Tudor. Mereka adalah pelatih yang sangat bagus. Saya hanya ingin membawa gaya, karakter, dan kepribadian saya untuk mencapai target tim,” ujar De Zerbi, dikutip dari laman resmi klub, Sabtu (11/4).
Debut Krusial di Tengah Ancaman Degradasi
De Zerbi dijadwalkan melakoni laga perdananya bersama Spurs saat menghadapi Sunderland pada Minggu (12/5).
Baca Juga: Munas PB Muaythai 2026: LaNyalla Terpilih Aklamasi, Siapkan Generasi Juara Dunia
Laga ini menjadi sangat krusial karena Tottenham kini hanya terpaut satu poin dari zona degradasi Liga Inggris.
Dengan tujuh pertandingan tersisa, peluang bertahan di kasta tertinggi masih terbuka, namun tekanan besar langsung mengiringi langkah pelatih asal Italia tersebut.
De Zerbi sendiri resmi ditunjuk pada 31 Maret lalu, menggantikan Igor Tudor yang hanya bertahan selama 44 hari dan memimpin tim dalam tujuh pertandingan.
Performa Tottenham Anjlok di 2026
Performa Tottenham musim ini tergolong mengkhawatirkan. Klub asal London tersebut belum meraih satu pun kemenangan di liga domestik sepanjang tahun 2026.
Bahkan, sejak 26 Oktober 2025, Spurs hanya mencatatkan dua kemenangan di semua kompetisi.
Kondisi ini membuat posisi mereka terus terpuruk di papan bawah klasemen.
Tak hanya di liga domestik, Tottenham juga gagal di kompetisi Eropa. Mereka tersingkir dari Liga Champions UEFA setelah kalah agregat 5–7 dari Atletico Madrid pada babak 16 besar.
Baca Juga: Kampung Grogol di Surabaya Tempo Dulu Jadi Benteng Pertahanan
Target Selamatkan Spurs dari Degradasi
Dalam sejarahnya, Tottenham hanya sekali terdegradasi dari kasta tertinggi sejak 1950, yakni pada musim 1977–1978.
Situasi saat ini membuat De Zerbi dihadapkan pada misi berat untuk menyelamatkan klub dari jurang degradasi.
Meski demikian, mantan pelatih Brighton & Hove Albion itu tetap optimistis. Ia mengaku bangga mendapat kepercayaan besar dari manajemen klub.
“Saya sangat bangga berada di sini. Terima kasih kepada Vinai Venkatesham dan Johan Lange atas kepercayaan yang diberikan,” ujarnya.
De Zerbi menekankan pentingnya memahami masalah tim dalam waktu singkat serta mengajak para pemain tampil dengan semangat dan sikap yang tepat di setiap pertandingan.
Ia juga berharap dukungan penuh dari suporter dapat menjadi energi tambahan bagi tim dalam menghadapi sisa musim yang krusial.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan