RADAR SURABAYA — Paris Saint-Germain menolak disebut sebagai tim favorit saat menghadapi Liverpool pada babak perempat final Liga Champions UEFA, Kamis dini hari WIB.
Meski Liverpool tengah mengalami penurunan performa di kompetisi domestik, gelandang PSG, Vitinha, menilai The Reds tetap sebagai tim berbahaya yang tidak bisa diremehkan.
“Favorit menurut Anda (media). Tahun lalu juga begitu, tetapi yang lolos justru kami,” ujar Vitinha dalam konferensi pers.
Pandangan serupa disampaikan pelatih PSG, Luis Enrique. Ia menegaskan bahwa kualitas kedua tim membuat status unggulan menjadi tidak relevan.
Baca Juga: PSG vs Liverpool di Liga Champions: Laga Penentu Nasib Arne Slot di Anfield
“Dengan kualitas kedua tim, mustahil menentukan siapa favorit. Saya tidak percaya dengan label itu,” tegas Enrique.
PSG datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah sukses menjuarai Liga Champions musim lalu.
Namun, Les Parisiens dipastikan tidak akan diperkuat Bradley Barcola dan Fabián Ruiz pada leg pertama di Parc des Princes.
Di sisi lain, Liverpool tengah berada dalam tekanan. Klub asal Merseyside itu kini tertahan di peringkat lima Liga Inggris, tertinggal jauh dari pemuncak klasemen, Arsenal.
Selain itu, Liverpool baru saja tersingkir dari Piala FA usai kalah telak dari Manchester City. Kapten tim, Virgil van Dijk, bahkan mengakui timnya tampil buruk.
“Kami seperti menyerah dalam pertandingan itu,” ujar Van Dijk, sembari menyampaikan permintaan maaf kepada para suporter.
PSG juga mewaspadai ancaman dari mantan pemain mereka, Hugo Ekitike, yang kini tampil impresif bersama Liverpool. Performa Ekitike meningkat pesat sejak meninggalkan Paris.
“Dia sudah menunjukkan kualitasnya sejak dulu. Hanya saja saat itu tidak berada dalam situasi yang tepat,” kata Vitinha.
Pertandingan ini diprediksi berlangsung sengit. Kedua tim memiliki sejarah pertemuan yang ketat, serta diperkuat sejumlah pemain kelas dunia yang mampu menjadi pembeda di laga besar.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan