RADAR SURABAYA – Mikel Arteta menegaskan tekadnya untuk “mengubah sejarah Arsenal” saat The Gunners memulai perjalanan mereka di Liga Champions 2025–2026 melawan Athletic Bilbao di Estadio San Mames, Bilbao, Selasa (16/9) malam.
Pelatih asal Spanyol itu mengakui kegagalan berulang Arsenal di kompetisi ini menjadi tekanan sekaligus motivasi untuk menorehkan prestasi baru.
Arsenal, yang telah 13 kali menjuarai Liga Inggris, hingga kini belum pernah mengangkat trofi Liga Champions.
Prestasi terbaik mereka hanya sampai final tahun 2006 saat kalah dari Barcelona, serta tiga kali mencapai semifinal dalam 23 musim terakhir sejak 1971–1972.
Musim lalu, The Gunners terhenti di semifinal setelah disingkirkan Paris Saint-Germain dengan agregat 1–3. Meski demikian, Arteta menilai timnya tampil konsisten dan layak bersaing di level tertinggi.
Arsenal Dituntut Samai Rival Inggris
Arteta sadar bahwa Arsenal tertinggal dari para rival Inggris mereka. Liverpool sudah enam kali juara Liga Champions, Manchester United tiga kali,
Chelsea dan Nottingham Forest dua kali, serta Aston Villa dan Manchester City masing-masing satu kali.
“Itu menunjukkan betapa sulitnya karena kami belum memenangkannya, dan itulah kesempatannya,” ujar Arteta.
“Tekanan justru menjadi energi dan dorongan untuk menjadi lebih baik setiap hari. Klub-klub besar mencoba berkali-kali, dan kegagalan lebih sering terjadi daripada keberhasilan. Namun, inilah yang ingin kami ubah.”
Tantangan Cedera Pemain Kunci
Dalam laga perdana fase grup melawan Athletic Club, Arsenal dipastikan tampil pincang. Bukayo Saka, Martin Ødegaard, Kai Havertz, Ben White, dan Gabriel Jesus masih harus menepi akibat cedera.
Meski begitu, Arteta tetap percaya diri. “Saya sangat senang bisa memulai lagi di tempat yang indah dengan stadion yang istimewa.
Kami menantikannya dan bersemangat untuk mendapatkan momentum serta kemenangan,” ucapnya.
Arteta juga menekankan pentingnya kondisi skuad yang lengkap untuk bersaing di fase-fase krusial. “Selisih poin di kompetisi ini sangat tipis.
Anda harus berada di kondisi terbaik agar bisa memberi peluang terbaik bagi diri sendiri,” tambahnya.
Motivasi dari Kekalahan Musim Lalu
Kekalahan di Parc des Princes musim lalu masih membekas. Namun, Arteta justru menjadikannya bahan evaluasi untuk melangkah lebih jauh musim ini.
“Kami tidak beruntung di semifinal karena gagal lolos. Itu menyakitkan, tapi juga memberi pelajaran penting.
Kami punya keyakinan dan konsistensi tinggi sepanjang kompetisi, dan itu membuat saya percaya tim ini bisa melangkah jauh,” tegasnya.
Dengan semangat baru, meski dihantui badai cedera, Arsenal akan mencoba menulis sejarah di Liga Champions 2025–2026, sesuatu yang belum pernah dicapai sepanjang berdirinya klub London Utara tersebut.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan