RADAR SURABAYA - Di usianya yang ke-87 tahun, Bunda Iffet berpulang dengan meninggalkan jejak kasih yang tak terhapuskan. Perempuan bernama lengkap Iffet Veceha Sidharta itu menghembuskan napas terakhir di Jakarta, Sabtu malam 26 April 2025, pukul 22.42 WIB.
Bunda Iffet bukan hanya ibu kandung Bimbim, penabuh drum Slank. Ia adalah ibu untuk seluruh keluarga besar Slank. Ia adalah penopang di saat band rock itu terpuruk, pelindung saat badai narkoba mengancam menghancurkan.
Saat Bimbim, Kaka, dan Ivanka terjerat narkoba hampir delapan tahun lamanya, Bunda Iffet tidak pernah menyerah. Ia bukan hanya marah. Ia bertindak.
Membawa mereka ke pengobatan herbal Tiongkok, mengawasi mereka tanpa lelah, menahan mereka dari dunia luar, sampai akhirnya mereka bisa bebas di awal tahun 2000. Tanpa Bunda Iffet, mungkin sejarah Slank akan berakhir lebih cepat.
Ia hadir di Potlot, di studio, di panggung, di belakang layar. Selalu membawa aura kehangatan, membangun rasa kekeluargaan yang tidak semua band bisa punya. Ia bukan sekadar memberi semangat. Ia pasang badan.
Semua yang pernah mengenalnya merasakan hal yang sama. Dari musisi senior, kru panggung, sampai para Slankers di pelosok. Senyumnya ramah. Sikapnya bersahaja. Ia tidak membeda-bedakan siapa pun.
Bunda Iffet tidak silau dengan popularitas anak-anaknya. Baginya, kesuksesan sejati adalah melihat mereka tetap solid sebagai keluarga, baik di rumah maupun di atas panggung. Meskipun bukan musisi, kecintaannya pada musik, terutama rock dan blues yang dimainkan Slank, begitu tulus.
Kini Bunda Iffet telah tiada. Akan dimakamkan di TPU Karet Bivak, Minggu 27 April, bersebelahan dengan suami tercinta, Sidharta Manghoeroedin Soemarno.
Slank kehilangan rumahnya. Para Slankers kehilangan pelindungnya. Tapi kehangatan, ketulusan, dan semangat hidup Bunda Iffet akan terus hidup dalam lagu-lagu, dalam ingatan, dan dalam hati jutaan orang. (*)
Editor : Lambertus Hurek