RADAR SURABAYA – Pelatih Timnas Prancis, Didier Deschamps, memastikan Kylian Mbappe dalam kondisi siap tampil saat Les Bleus menghadapi Inggris pada laga perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026.
Meski demikian, Deschamps mengisyaratkan akan melakukan rotasi pemain pada pertandingan terakhirnya sebagai pelatih tim nasional Prancis.
Laga yang akan digelar menjelang final Piala Dunia 2026 itu menjadi kesempatan terakhir bagi Prancis untuk menutup turnamen dengan kemenangan sekaligus membawa pulang medali perunggu.
Bagi Mbappe, pertandingan tersebut juga memiliki arti penting. Penyerang berusia 27 tahun itu masih berpeluang merebut Sepatu Emas (Golden Boot) Piala Dunia 2026 setelah mengoleksi delapan gol.
Baca Juga: Tiga Anggota Gangster Ditetapkan Tersangka, Bawa Sajam untuk Tawuran di Dupak Surabaya
Saat ini, Mbappe memiliki jumlah gol yang sama dengan kapten Argentina, Lionel Messi.
Namun, Messi masih memimpin klasemen pencetak gol terbanyak karena unggul satu assist.
Gol yang dicetak pada laga perebutan tempat ketiga tetap masuk dalam perhitungan peraih Golden Boot.
"Terlepas dari apakah mereka bermain atau tidak, sebagai pelatih kepala saya memiliki kewajiban untuk melakukan segala yang saya bisa demi mencapai target kami besok," ujar Deschamps dikutip ESPN.
"Saya berharap kami bisa mencapainya dan kami harus menunjukkan seluruh kemampuan untuk mewujudkannya."
Pelatih berusia 57 tahun itu mengakui masih mempertimbangkan komposisi terbaik timnya.
"Ini hanya satu pertandingan. Saya memiliki beberapa pilihan. Beberapa pemain mungkin akan bermain, sementara yang lain, karena alasan pribadi, ingin tetap tampil."
"Saya tidak ingin mengkhianati pembicaraan yang telah saya lakukan dengan para pemain.
Saya belum memiliki semua informasi, tetapi ya, saya akan melakukan beberapa pergantian pemain," katanya.
Laga Perpisahan Didier Deschamps
Pertandingan melawan Inggris akan menjadi momen emosional bagi Didier Deschamps.
Duel tersebut menjadi laga terakhirnya sebagai pelatih Timnas Prancis setelah menjabat sejak 2012.
Selama lebih dari satu dekade, Deschamps membawa Prancis meraih berbagai prestasi, termasuk menjuarai Piala Dunia 2018 dan menjadi finalis Piala Dunia 2022.
Sebelumnya, ia juga mengangkat trofi Piala Dunia 1998 sebagai kapten tim.
Dalam konferensi pers jelang pertandingan, Deschamps mengaku ingin mengakhiri masa baktinya tanpa drama.
"Saya tahu ini pertandingan terakhir dan saya tidak ingin ada yang menangis. Saya juga rasa tidak akan ada yang menangis di sini," ujarnya.
"Saya beruntung bisa melewati begitu banyak momen luar biasa, sekaligus menghadapi masa-masa sulit. Akhir perjalanan ini sudah dekat, tetapi kehidupan terus berjalan."
Ia juga mengaku belum menentukan langkah berikutnya setelah meninggalkan kursi pelatih Timnas Prancis.
"Saya belum tahu apa yang akan saya lakukan selanjutnya. Namun, saya selalu berpikir positif dan saya yakin masa depan juga akan membawa hal-hal baik."
"Tim nasional Prancis, beserta semua yang menyertainya dalam perjalanan karier saya, adalah hal terindah yang pernah terjadi dalam hidup saya," tutur Deschamps.
Konate: Kami Tetap Menghormati Laga Perebutan Tempat Ketiga
Bek Prancis, Ibrahima Konate, mengakui laga perebutan tempat ketiga bukanlah target utama timnya sejak awal turnamen.
Baca Juga: Motor Tua Makin Diburu, tapi Pembeli Makin Seret
Ia bahkan sependapat dengan pelatih Inggris, Thomas Tuchel, yang menyebut tidak ada tim yang benar-benar ingin memainkan pertandingan tersebut.
Meski demikian, Konate menegaskan seluruh pemain tetap memiliki tanggung jawab untuk memberikan penampilan terbaik demi negara.
"Memang itu bukan tujuan kami sejak awal," kata Konate.
"Bagaimana kami membangkitkan motivasi? Saya percaya, sebagai pemain Prancis, banyak pemain yang sebenarnya tetap ingin memainkan pertandingan ini."
"Saya tidak mengatakan ini mudah. Jauh dari itu. Saya membaca di media bahwa Thomas Tuchel mengatakan tidak ada yang ingin memainkan laga ini. Itu memang benar jika melihat target kami sejak awal."
"Kami ingin bermain di final. Namun, kami tetap mewakili Prancis. Mengenakan seragam tim nasional dan menyanyikan lagu kebangsaan 'La Marseillaise' adalah impian banyak orang. Karena itu, kami harus menghormati seragam yang kami kenakan."
Selain menjadi perebutan medali perunggu, duel Prancis kontra Inggris juga akan menjadi panggung bagi Kylian Mbappe untuk mengejar Lionel Messi dalam perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
Sumber : ESPN