Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Spanyol vs Belgia: Spanyol Ukir Rekor Pertahanan Terbaik, Unai Simon Belum Kebobolan

Rahmat Adhy Kurniawan • Jumat, 10 Juli 2026 | 21:26 WIB
Unai Simon belum kebobolan hingga babak perempat final. Masih berlanjut?. (FIFA)
Unai Simon belum kebobolan hingga babak perempat final. Masih berlanjut?. (FIFA)

RADAR SURABAYA – Timnas Spanyol tampil sebagai salah satu kandidat terkuat juara Piala Dunia 2026 berkat pertahanan yang nyaris sempurna. 

Hingga menjelang laga perempat final melawan Belgia, Sabtu (11/7) pukul 02.00 WIB, La Furia Roja belum sekali pun kebobolan, sekaligus mencatat rekor baru dalam sejarah turnamen.

Penjaga gawang Spanyol, Unai Simon, menjadi sosok sentral di balik pencapaian tersebut.

Namun, menurutnya, keberhasilan menjaga gawang tetap perawan merupakan hasil kerja kolektif seluruh tim, bukan semata penampilan individu.

"Rekor ini lebih menggambarkan kualitas tim daripada diri saya," ujar Simón.

Rekor Nirbobol Terpanjang di Piala Dunia

Catatan impresif Spanyol tercipta saat menghadapi Portugal pada babak 16 besar. Simón berhasil memperpanjang rekor menjadi 560 menit tanpa kebobolan di Piala Dunia,

melampaui rekor Walter Zenga (517 menit) serta rekor kolektif Swiss selama 559 menit yang terbentang dalam tiga edisi Piala Dunia.

Portugal sempat mengancam lewat tendangan Nuno Mendes yang membentur mistar gawang.

Namun, Unai Simon tetap menjaga gawangnya tetap steril hingga Mikel Merino mencetak gol kemenangan 1-0 pada menit ke-90.

Dengan torehan tersebut, Spanyol menjadi negara pertama dalam sejarah Piala Dunia putra yang mampu mencapai pertandingan keenam tanpa kebobolan satu gol pun.

Belgia Hadapi Tembok Kokoh Spanyol

Pada babak perempat final Piala Dunia 2026, Spanyol akan menghadapi Belgia di Los Angeles. Kiper Belgia, Thibaut Courtois, mengakui kualitas pertahanan calon lawannya.

"Mereka jelas menjadi favorit. Hal pertama yang harus kami lakukan adalah mencetak gol," kata Courtois.

Ucapan Courtois bukan tanpa alasan. Hingga babak 16 besar, belum ada tim yang mampu membobol gawang Spanyol.

Sepanjang fase grup, lawan-lawan Spanyol hanya mampu melepaskan 15 tembakan dengan tiga di antaranya mengarah tepat ke gawang. Austria bahkan gagal mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran.

Statistik Pertahanan Spanyol Sangat Mengesankan

Dominasi pertahanan Spanyol juga tercermin dari statistik expected goals (xG) lawan yang sangat rendah.

Cape Verde: 0,30 xG

Arab Saudi: 0,14 xG

Uruguay: 0,20 xG

Austria: 0,32 xG

Portugal menjadi tim yang paling merepotkan dengan menciptakan 10 tembakan, dua di antaranya tepat sasaran, serta menghasilkan 0,58 xG.

Menariknya, sepanjang turnamen Simón baru melakukan enam penyelamatan. Hal itu menunjukkan bahwa organisasi pertahanan Spanyol mampu meredam ancaman lawan sebelum mencapai area berbahaya.

Joan García: Mencegah Peluang Lebih Penting

Kiper pelapis Spanyol, Joan García, menilai kualitas penjaga gawang modern bukan hanya melakukan penyelamatan, tetapi juga mencegah peluang tercipta.

"Keluar mengantisipasi bola udara, memotong umpan silang, dan mengorganisasi pertahanan sering kali tidak masuk statistik, tetapi itulah yang paling penting," ujarnya.

Menurut García, keberhasilan Spanyol menjaga clean sheet berawal dari disiplin seluruh pemain dalam bertahan.

Pau Cubarsi Jadi Pilar Baru Lini Belakang

Selain Unai Simón, bek muda Barcelona, Pau Cubarsí, menjadi salah satu pemain yang paling menonjol di Piala Dunia 2026.

Bek berusia 19 tahun itu tampil tenang meski menghadapi tekanan besar. Ia mencatat akurasi umpan mencapai 96 persen dari 449 operan sepanjang turnamen.

Saat menghadapi Portugal, Cubarsí mengirimkan 34 umpan ke area lawan dari total 71 operan yang dilepaskannya. Ia juga membukukan 19 kali merebut bola dan 23 aksi bertahan sukses.

Pelatih Luis de la Fuente menyebut duet Cubarsí dan Aymeric Laporte menjadi fondasi utama kekuatan Spanyol.

"Mereka memiliki kualitas teknik, kecerdasan, dan kematangan emosional. Ada keseimbangan yang luar biasa di lini belakang kami," kata De la Fuente.

Pressing Tinggi Jadi Kunci Keberhasilan

Keberhasilan Spanyol mempertahankan rekor nirbobol tidak hanya berasal dari lini belakang. Seluruh pemain menjalankan sistem pressing tinggi sejak lini depan.

"Kami semua menyerang dan kami semua bertahan," ujar Dani Olmo.

Striker Mikel Oyarzabal menambahkan bahwa tujuan utama Spanyol adalah memaksa lawan mengambil keputusan dalam tekanan.

Sementara itu, Mikel Merino menegaskan bahwa clean sheet menjadi modal penting untuk meraih kemenangan.

"Jika mampu menjaga gawang tidak kebobolan, peluang meraih hasil positif akan jauh lebih besar," katanya.

Kini, pertahanan kokoh Spanyol akan kembali diuji saat menghadapi Belgia pada perempat final Piala Dunia 2026.

Jika mampu mempertahankan tren positif, La Furia Roja semakin dekat untuk mengulang kesuksesan menjadi juara dunia seperti yang mereka raih pada Piala Dunia 2010.(rak) 

 

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#spanyol vs belgia #unai simon #Pau Cubarsi #Piala Dunia 2026