RADAR SURABAYA – Piala Dunia FIFA 2026 kembali mencatatkan tonggak bersejarah. Gelandang Argentina, Enzo Fernandez, resmi mengukir namanya dalam buku sejarah setelah mencetak gol ke-3.000 sepanjang sejarah Piala Dunia.
Gol bersejarah tersebut lahir dalam laga babak 16 besar ketika Argentina bangkit menundukkan Mesir dengan skor dramatis 3-2.
Momen itu bukan sekadar memastikan langkah La Albiceleste ke perempat final, tetapi juga menjadi simbol perjalanan hampir satu abad kompetisi sepak bola terbesar di dunia.
Sejak gol pertama yang tercipta pada 1930 hingga gol ke-3.000 di Piala Dunia 2026, turnamen empat tahunan ini terus menghadirkan evolusi permainan, lahirnya legenda-legenda baru, serta rekor-rekor yang sulit ditandingi.
Gol Bersejarah Enzo Fernandez
Pertandingan Argentina kontra Mesir berlangsung penuh ketegangan. Mesir sempat membuat kejutan sebelum Argentina bangkit mengejar ketertinggalan.
Saat laga tampak akan berlanjut ke babak tambahan, Argentina melancarkan serangan terakhir pada masa injury time.
Sebuah umpan silang meluncur ke jantung pertahanan Mesir dan disambut sundulan keras Enzo Fernandez.
Bola meluncur deras ke dalam gawang dan memastikan kemenangan Argentina 3-2. Gol tersebut sekaligus tercatat sebagai gol ke-3.000 dalam sejarah Piala Dunia FIFA.
Perjalanan Menuju Gol ke-3.000 Piala Dunia
Tonggak sejarah gol Piala Dunia menunjukkan bagaimana sepak bola berkembang dari masa ke masa.
Beberapa gol milestone sepanjang sejarah antara lain:
- Gol pertama dicetak Lucien Laurent (Prancis) ke gawang Meksiko pada 13 Juli 1930.
- Gol ke-100 dicetak Bert Patenaude (Amerika Serikat) pada Piala Dunia 1930.
- Gol ke-500 dicetak Bobby Collins (Skotlandia) pada Piala Dunia 1958.
- Gol ke-1.000 dicetak Rob Rensenbrink (Belanda) melalui penalti pada Piala Dunia 1978.
- Gol ke-2.000 dicetak Marcus Allback (Swedia) saat menghadapi Inggris pada Piala Dunia 2006.
- Gol ke-3.000 dicetak Enzo Fernandez (Argentina) pada Piala Dunia 2026.
Perjalanan tersebut mencerminkan perubahan sepak bola dari permainan sederhana menjadi olahraga modern dengan intensitas, kecepatan, dan kualitas teknik yang jauh lebih tinggi.
Daftar Peraih Golden Boot Piala Dunia
Sepanjang sejarah, penghargaan Golden Boot selalu menjadi simbol ketajaman seorang penyerang.
Beberapa pencetak gol terbanyak di setiap edisi Piala Dunia meliputi:
- Guillermo Stábile (Argentina) – 8 gol (1930)
- Leônidas (Brasil) – 7 gol (1938)
- Ademir (Brasil) – 1950
- Sándor Kocsis (Hungaria) – 1954
- Just Fontaine (Prancis) – 13 gol (1958)
- Garrincha (Brasil) – 1962
- Eusébio (Portugal) – 1966
- Gerd Müller (Jerman Barat) – 1970
- Grzegorz Lato (Polandia) – 1974
- Mario Kempes (Argentina) – 1978
- Paolo Rossi (Italia) – 1982
- Gary Lineker (Inggris) – 1986
- Salvatore Schillaci (Italia) – 1990
- Hristo Stoichkov (Bulgaria) dan Oleg Salenko (Rusia) – 1994
- Davor Šuker (Kroasia) – 1998
- Ronaldo Nazário (Brasil) – 2002
- Miroslav Klose (Jerman) – 2006
- Thomas Müller (Jerman) – 2010
- James Rodríguez (Kolombia) – 2014
- Harry Kane (Inggris) – 2018
- Kylian Mbappé (Prancis) – 2022
Lionel Messi Rajai Rekor Gol dan Assist
Piala Dunia 2026 juga menjadi panggung bagi Lionel Messi untuk mempertegas statusnya sebagai pemain paling produktif sepanjang sejarah turnamen.
Baca Juga: Tour de France 2026: Olav Kooij Raih Kemenangan Perdana, Etape 6 Siap Hadirkan Duel di Pyrenees
Kapten Argentina itu kini mengoleksi 21 gol, menjadikannya pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia.
Di bawah Messi terdapat:
1. Lionel Messi – 21 gol
2. Kylian Mbappé – 19 gol
3. Miroslav Klose – 16 gol
4. Ronaldo Nazário – 15 gol
5. Gerd Müller – 14 gol
Tak hanya itu, Messi juga menjadi pemilik assist terbanyak dengan sembilan assist, melampaui rekor Diego Maradona yang mengoleksi delapan assist.
Gol-Gol Terindah Sepanjang Sejarah Piala Dunia
Piala Dunia selalu menghadirkan gol yang dikenang lintas generasi.
Beberapa di antaranya adalah:
- Tendangan salto Leônidas da Silva (1938).
- Gol Pelé pada final Piala Dunia 1958.
- Gol Carlos Alberto pada final 1970.
- "Goal of the Century" Diego Maradona melawan Inggris (1986).
- Tendangan salto Manuel Negrete (1986).
- Voli spektakuler Maxi Rodríguez (2006).
- Tendangan jarak jauh Diego Forlán (2010).
- Voli James Rodríguez (2014).
- Tendangan Benjamin Pavard (2018).
- Gol akrobatik Richarlison (2022).
Selain itu, publik sepak bola juga masih mengingat gol Dennis Bergkamp, Ronaldinho, dan Robin van Persie yang menjadi ikon di masanya.
Tim Paling Produktif dalam Sejarah
Hungaria masih memegang rekor sebagai tim tersubur dalam satu edisi Piala Dunia setelah mencetak 27 gol pada 1954.
Tim-tim lain yang tampil sangat produktif antara lain:
- Brasil 1950 – 22 gol
- Brasil 1970 – 19 gol
- Argentina 1930 – 18 gol
- Brasil 2002 – 18 gol
- Jerman 2014 – 18 gol
- Prancis 2018 – 14 gol
Brasil 2002 menjadi salah satu tim paling dikenang berkat trio Ronaldo, Rivaldo, dan Ronaldinho yang mengantar Selecao meraih gelar juara dunia kelima.
Gol Bunuh Diri yang Mengubah Sejarah
Selain gol-gol indah, Piala Dunia juga mencatat sejumlah gol bunuh diri yang menentukan jalannya turnamen.
Sebelum edisi 2026, terdapat 68 gol bunuh diri dalam sejarah Piala Dunia. Namun, hingga awal Juli 2026 jumlah tersebut terus bertambah seiring terciptanya 13 gol bunuh diri sepanjang turnamen.
Salah satu peristiwa paling tragis terjadi pada Piala Dunia 1994 ketika bek Kolombia Andrés Escobar mencetak gol bunuh diri saat menghadapi Amerika Serikat.
Beberapa hari setelah kembali ke negaranya, Escobar tewas ditembak.
Pada Piala Dunia 2026, bek Mesir Mohamed Hany juga masuk catatan sejarah setelah menjadi pemain kedua yang mencetak dua gol bunuh diri dalam satu edisi Piala Dunia.
Kiper-Kiper Terbaik dalam Sejarah Piala Dunia
Kesuksesan sebuah tim di Piala Dunia tidak hanya ditentukan ketajaman lini depan, tetapi juga kualitas penjaga gawang.
Sejumlah nama yang dikenang sebagai kiper terbaik antara lain:
- Gordon Banks dengan penyelamatan legendaris atas sundulan Pelé pada 1970.
- Lev Yashin, satu-satunya kiper peraih Ballon d'Or.
- Oliver Kahn yang meraih Bola Emas Piala Dunia 2002.
- Sergio Goycochea, pahlawan adu penalti Argentina pada 1990.
- Gianluigi Buffon yang hanya kebobolan dua gol saat membawa Italia juara pada 2006.
- Tim Howard dengan 16 penyelamatan melawan Belgia pada 2014.
- Emiliano Martinez dengan penyelamatan krusial di final Piala Dunia 2022.
- Iker Casillas dan Manuel Neuer yang menjadi simbol evolusi kiper modern.
Piala Dunia 2026 Masih Berpotensi Pecahkan Rekor Baru
Piala Dunia 2026 belum berakhir. Dengan masih tersisanya pertandingan-pertandingan penting, peluang lahirnya rekor baru masih sangat terbuka.
Mulai dari persaingan Golden Boot, rekor gol Lionel Messi dan Kylian Mbappe, hingga kemungkinan terciptanya gol-gol spektakuler lainnya, edisi 2026 ini diprediksi akan menjadi salah satu Piala Dunia paling bersejarah sejak turnamen pertama digelar pada 1930.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan