RADAR SURABAYA– Timnas Amerika Serikat mendapat dorongan besar menjelang duel krusial menghadapi Belgia pada babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Striker andalan Folarin Balogun dipastikan dapat tampil setelah FIFA mencabut hukuman skorsing kartu merah yang sempat membuatnya terancam absen.
Keputusan tersebut menjadi kabar menggembirakan bagi pelatih Mauricio Pochettino, yang kini dapat menurunkan komposisi terbaik saat menghadapi Belgia dalam laga yang digelar di Lumen Field, Seattle, Selasa (7/7) pukul 07.00 WIB.
Balogun sebelumnya menerima kartu merah saat Amerika Serikat mengalahkan Bosnia-Herzegovina 2-0 pada babak 32 besar.
Namun, FIFA kemudian membatalkan hukuman larangan bermain sehingga penyerang berusia 25 tahun itu kembali tersedia.
Donald Trump dan Gianni Infantino Jadi Sorotan
Pencabutan hukuman Balogun memicu perhatian luas setelah muncul laporan bahwa keputusan itu diambil menyusul percakapan telepon antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden FIFA Gianni Infantino.
Kasus tersebut menjadi kontroversi karena banyak pihak mempertanyakan independensi proses disiplin FIFA.
Meski demikian, FIFA memastikan Balogun memenuhi syarat untuk kembali bermain pada laga melawan Belgia.
Kehadiran Balogun menjadi suntikan kekuatan bagi lini depan Amerika Serikat yang tengah memburu sejarah baru di Piala Dunia.
AS Bidik Sejarah Baru di Piala Dunia 2026
Amerika Serikat berpeluang mencatat kemenangan beruntun pertama mereka di fase gugur Piala Dunia apabila mampu mengalahkan Belgia.
Selain itu, kemenangan juga akan membawa The Stars and Stripes melaju ke perempat final untuk pertama kalinya sejak Piala Dunia 2002.
Sebelum turnamen dimulai, Amerika Serikat berada di peringkat ke-17 dunia, sedangkan Belgia menempati posisi kesembilan dalam peringkat FIFA.
Kapten tim Tim Ream menegaskan bahwa skuad Amerika Serikat saat ini jauh berbeda dibandingkan saat kalah dari Belgia pada babak 16 besar Piala Dunia 2014 maupun ketika dibantai 2-5 dalam laga uji coba pada Maret lalu.
Baca Juga: Neymar Resmi Pensiun dari Timnas Brasil Usai Tersingkir di Piala Dunia 2026
"Kami adalah tim yang sangat berbeda dibandingkan beberapa bulan lalu," ujar Ream.
Pulisic Minta Rekan Setim Lebih Tajam
Bintang Amerika Serikat Christian Pulisic mengingatkan rekan-rekannya agar tampil lebih efektif saat menghadapi Belgia.
"Mereka memiliki banyak pemain yang bisa menyakiti kami. Kami harus siap dan harus lebih klinis dalam memanfaatkan peluang," kata Pulisic.
Jika berhasil menyingkirkan Belgia, Amerika Serikat akan menghadapi pemenang laga Portugal melawan Spanyol pada babak perempat final.
Belgia Tak Gentar
Di kubu Belgia, bek Maxim De Cuyper menilai kekalahan telak timnya dari Amerika Serikat pada laga uji coba Maret lalu bukan gambaran kekuatan sesungguhnya.
"Hasil 2-5 itu memberikan gambaran yang keliru. Pertandingan tersebut sebenarnya bisa berakhir berbeda," ujar De Cuyper.
Belgia sendiri datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah melakukan kebangkitan dramatis untuk mengalahkan Senegal 3-2 melalui perpanjangan waktu pada babak 32 besar.
Belgia Memulai Era Baru
Belgia kembali tampil di Piala Dunia 2014 setelah absen selama 12 tahun. Saat itu mereka diperkuat oleh Thibaut Courtois, Kevin De Bruyne, Eden Hazard, Romelu Lukaku, dan Divock Origi.
Belgia pernah menduduki peringkat pertama FIFA pada periode November 2015–Maret 2016 dan September 2018–Februari 2022.
Namun, prestasi mereka hanya mencapai perempat final pada 2014, semifinal pada 2018, dan tersingkir di fase grup pada 2022.
Kini hanya empat pemain dari skuad 2014 yang masih bertahan, yakni Courtois, De Bruyne, Lukaku, dan Axel Witsel.
"Ini adalah era baru bagi kami. Memang masih ada beberapa pemain dari generasi emas, tetapi sekarang kami memiliki generasi baru yang ingin menciptakan sejarah bagi Belgia," ujar Courtois dikutip AP. (rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan