RADAR SURABAYA – Sejarah baru langsung tercipta di laga pembuka Piala Dunia 2026. Meksiko, selaku tuan rumah bersama, berhasil mengalahkan Afrika Selatan dengan skor telak 2-0 di Stadion Azteca, Kota Meksiko, Jumat (12/6) WIB.
Pertandingan bersejarah ini tidak hanya ditandai oleh gol-gol indah, tetapi juga dicatatkan sebagai laga pembuka Piala Dunia
dengan jumlah kartu merah paling banyak sepanjang sejarah, yakni mencapai tiga lemparan kartu merah.
Gol Pertama Piala Dunia 2026 Dicetak Julian Quinones
Hanya berselang sembilan menit setelah peluit awal dibunyikan, gol pertama edisi terbaru Piala Dunia akhirnya tercapai.
Julian Quinones memanfaatkan kesalahan kiper Afrika Selatan, Ronwen Williams, yang terjebak di antara kaki-kaki penyerang yang bermain di Liga Pro Saudi itu.
Dengan sepakan rendah yang lolos di antara kedua tunggak Williams, bola pun meluncur masuk ke gawang kosong.
Kejadian ini menjadikan Quinones sebagai pencetak gol tercepat dalam laga pembuka Piala Dunia sejak Philipp Lahm mencetak gol di menit keenam untuk Jerman melawan Kosta Rika pada Piala Dunia 2006.
Musim lalu, Quinones dikenal luas sebagai topskor Liga Arab Saudi, dan performa kilatnya di babak pertama membuktikan bahwa ia siap menjadi salah satu bintang kunci turnamen tahun ini.
Stadion Azteca Resmi Jadi Venue Piala Dunia Ketiga Kali
Selain mencatatkan prestasi di lapangan, laga ini sekaligus menorehkan rekords historis bagi Stadion Azteca.
Setelah menjalani renovasi besar-besaran menyambut format Piala Dunia 48 tim, stadion ikonik ini resmi menjadi venue pertama yang pernah tiga kali menggelar laga Piala Dunia (1970, 1986, dan 2026).
Lebih dari 80.000 suporter Meksiko—yang memadati tribun dengan dominasi warna hijau khas El Tri—turut menciptakan atmosfer luar biasa selama berlangsungnya partai bergengsi tersebut.
Yaya Sithole Dapat Kartu Merah Langsung Awal Babak Kedua
Momentum lanjutan pertandingan berubah drastis memasuki paruh waktu kedua. Gelandang Afrika Selatan, Sphephelo "Yaya" Sithole, secara langsung mendapatkan kartu merah akibat pelanggaran keras terhadap Brian Gutiérrez.
Gutiérrez saat itu sedang berlari bebas menuju area penalti tanpa bek lawan di belakangnya.
Menurut sudut pandang wasit, tindakan Sithole jelas-jelas menghentikan peluang emas timnya, sehingga keputusan kartu merah langsung dinilai tepat.
Akibat kehilangan pemain penting ini, Afrika Selatan mulai kesulitan membangun serangan balik yang berarti.
Raúl Jiménez Samaikan Rekor Legendaris Bersama Borgetti
Di tengah kebuntuan menyerang, Meksiko kembali unggul berkat sundulan kepala Raúl Jiménez di babak kedua.
Sundulan tegas sang veteran yang akhirnya mengunci kemenangan 2-0 untuk tuan rumah.
Gol tersebut bukan sekadar gol biasa. Ini merupakan gol internasional ke-46 Jiménez, sekaligus menjadikannya penyamar rekor Jared Borgetti sebagai pencetak gol terbanyak kedua sepanjang sejarah skuat nasional Meksiko.
Kini, Jiménez hanya tertinggal enam gol dari legenda hidup Javier "Chicharito" Hernández.
Bagi Jiménez sendiri, pencapaian ini memiliki makna tersendiri karena merupakan gol pertamanya dalam tiga edisi berturut Piala Dunia yang diikuti.
Gilberto Mora Jadi Pemain Termuda Meksiko di Piala Dunia
Salah satu momen menarik lainnya adalah penampilan debutan berusia sangat muda bernama Gilberto Mora.
Pada usia 17 tahun 240 hari, pemuda ini tercatat sebagai pemain termuda yang pernah membela Meksiko di ajang Piala Dunia.
Tak hanya di level nasional, usianya tersebut pula menempatkannya sebagai pemain termuda keenam dalam seluruh riwayat sejarah penyelenggaraan turnamen besutan FIFA tersebut.
Petaka Berlanjut: Themba Zwane Juga Terima Kartu Merah Usai Tinjauan VAR
Afrika Selatan seolah terus terperosok semakin dalam ke dalam badai ketika kapten mereka, Themba Zwane, menerima kartu merah kedua bagi timnya usai ditinjau ulang oleh sistem VAR.
Wasit memutuskan Zwane memang melakukan kontak tangan berupa pukulan ke wajah Roberto Alvarado.
Keputusan ini memperkuat fakta bahwa Bafana Bafana benar-benar hancur secara mental maupun fisik sepanjang sisa pertandingan.
Catatan menarik muncul terkait disiplin permainan: ini pertama kalinya semenjak Piala Dunia 2006, di mana Belanda maupun Portugal masing-masing mengumpulkan dua
kartu merah, satu tim harus rela bermain dengan sepuluh pemain selama puluhan menit akibat akumulasi dua expulsions tunggal.
Cesar Montes Dapat Kartu Merah Ketiga Saat Injury Time
Meskipun sudah menang telak, drama masih berlanjut hingga akhir. Wasit asal Brasil, Wilton Pereira Sampaio, mengeluarkan kartu merah ketiga keseluruhan saat injury time kepada bek Meksiko, César Montes.
Kartu merah tambahan ini membuat total kartu merah dalam satu pertandingan mencapai angka fantastis: tiga buah.
Angka tersebut menempatkan laga pembuka Piala Dunia 2026 hanya selangkah saja dari rekor mutlak empat kartu merah yang sempat terekam sepanjang putaran final Piala Dunia 2022 di Qatar.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan