RADAR SURABAYA – Pembalap Belgia Tim Merlier tampil sebagai yang tercepat pada Etape 7 Tour de France 2026 dan sukses menaklukkan finis sprint di Bordeaux, Jumat (10/7) waktu setempat.
Kemenangan tersebut menjadi kemenangan etape keempat Merlier sepanjang kariernya di Tour de France sekaligus memperpanjang dominasi Belgia di kota Bordeaux.
Merlier, yang membela tim Soudal Quick-Step, mengungguli Soren Wærenskjold (Uno-X Mobility) di posisi kedua dan Biniam Girmay (NSN) di peringkat ketiga.
Sementara itu, juara Bordeaux pada edisi 2023, Jasper Philipsen (Alpecin-Premier Tech), harus puas finis di posisi kelima.
Kemenangan ini menjadi yang keempat bagi Merlier di Tour de France setelah sebelumnya berjaya pada edisi 2021 dan 2025.
Baca Juga: Norwegia vs Inggris: The Three Lions Harus Dominasi Penguasaan Bola, Bukan Andalkan Serangan Balik
Hasil tersebut juga mempersembahkan kemenangan ke-24 bagi Belgia di Bordeaux, menegaskan status kota tersebut sebagai salah satu lintasan favorit para sprinter.
Di sisi lain, Tadej Pogacar (UAE Emirates-XRG) berhasil melewati etape tanpa kendala berarti dan tetap mempertahankan Jersey Kuning (Maillot Jaune) sebagai pemimpin klasemen umum menjelang etape kedelapan menuju Bergerac.
Etape Datar Jadi Kesempatan Emas Para Sprinter
Etape ketujuh menempuh jarak 175,1 kilometer dari Hagetmau menuju Bordeaux. Setelah melewati tanjakan berat di
Pegunungan Pyrenees pada etape sebelumnya, lintasan kali ini didominasi jalan datar sehingga menjadi peluang ideal bagi para sprinter.
Total elevasi hanya sekitar 850 meter, menjadikannya salah satu etape paling ringan di Tour de France 2026 di luar nomor time trial.
Hanya ada satu tanjakan kategori 4, yakni Côte de Béguey, yang berada sekitar 37,8 kilometer sebelum garis finis.
Baptiste Veistroffer Kembali Memimpin Sprint
Balapan dimulai dengan 176 pembalap setelah Torstein Træen (Uno-X Mobility) tidak melanjutkan lomba akibat cedera yang dialaminya setelah terjatuh sehari sebelumnya.
Sesaat setelah start, Baptiste Veistroffer (Lotto Intermarché) langsung melancarkan attack dengan melakukan sprint.
Ia ditemani Jake Otruba (Caja Rural-Seguros RGA) membentuk kelompok terdepan.
Namun, upaya keduanya terus dikawal ketat oleh Soudal Quick-Step dan Alpecin-Premier Tech sehingga keunggulan mereka tidak pernah lebih dari satu menit 35 detik.
Tim-Tim Sprinter Mengendalikan Jalannya Balapan
Selain dua tim tersebut, Decathlon CMA CGM yang diperkuat Olav Kooij serta NSN yang mengandalkan Biniam Girmay ikut membantu pengejaran.
Veistroffer menjadi pembalap pertama yang melintasi sprint antara di Landiras. Sementara itu, Mads Pedersen (Lidl-Trek) meraih poin penting dalam persaingan Jersey Hijau.
Pembalap Prancis tersebut juga menjadi yang tercepat di puncak Côte de Béguey sehingga kembali dinobatkan sebagai pembalap paling agresif (combativity award) untuk kedua kalinya dalam tiga etape terakhir.
Tim Merlier Tak Terbendung di Sprint Akhir
Kelompok pelarian akhirnya berhasil ditangkap sekitar 18 kilometer menjelang finis.
Serangan susulan dari Anders Skaarseth dan Jonas Abrahamsen (Uno-X Mobility) juga mampu diredam oleh tim-tim sprinter.
Memasuki satu kilometer terakhir, Alpecin-Premier Tech memimpin rombongan. Jasper Philipsen lebih dahulu membuka sprint sekitar 200 meter sebelum garis finis.
Namun, Tim Merlier menunjukkan akselerasi luar biasa. Ia melesat melewati Philipsen dan memastikan kemenangan dengan finis terdepan.
Søren Wærenskjold dan Biniam Girmay melengkapi podium, sedangkan Philipsen harus puas finis di posisi kelima.
Keberhasilan ini memperpanjang rekor Soudal Quick-Step yang selalu memenangi sedikitnya satu etape Tour de France di setiap edisi sejak 2013.
Secara keseluruhan, tim asal Belgia tersebut telah mengoleksi 40 kemenangan etape dalam 14 edisi terakhir Tour de France.
Sementara itu, Tadej Pogacar tetap kokoh di puncak klasemen umum dan mempertahankan Jersey Kuning menjelang etape kedelapan yang diperkirakan kembali menjadi panggung bagi para sprinter.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan