RADAR SURABAYA – Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) mematangkan persiapan menuju Asian Games 2026 Aichi-Nagoya dengan mengirim delapan atlet terbaik menjalani training camp (TC) di Spanyol.
Program pemusatan latihan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas permainan atlet Indonesia sebelum tampil pada pesta olahraga terbesar di Asia yang berlangsung pada 19 September–4 Oktober 2026.
Ketua Umum PBPI, Galih Dimuntur Kartasasmita, mengatakan delapan atlet yang diberangkatkan terdiri atas dua pasangan utama dan dua pasangan cadangan dari sektor ganda putra maupun ganda putri.
Pasangan utama ganda putri diperkuat Novela Putria dan Beatrice Gumulya, sedangkan sektor ganda putra mengandalkan Armando Soemarno dan Valentinus Dyas.
Sementara itu, pasangan cadangan di sektor putri diisi Fitriani Sabatini dan Fadona Kusuma. Adapun sektor putra diperkuat Alvin Edison dan Giorgio Soemarno.
Galih menjelaskan, rombongan dijadwalkan bertolak ke Spanyol sekitar 25 Juli 2026, menyesuaikan proses penerbitan visa.
Jika seluruh administrasi berjalan lancar, para atlet akan menjalani pemusatan latihan hingga 15 September 2026, hanya beberapa hari sebelum Asian Games dimulai.
"Rencananya sekitar 25 Juli berangkat ke Spanyol. Kalau memungkinkan, kami maksimalkan latihan sampai 15 September sehingga waktunya memang sangat dekat dengan pelaksanaan Asian Games di Nagoya," ujar Galih, Kamis (9/7).
Baca Juga: Norwegia vs Inggris: Menurut Haaland Semua Tekanan Ada di The Three Lions, Norwegia Santai
Jalani Latihan Intensif dan Uji Coba Lawan Atlet Eropa
Selama berada di Spanyol, para atlet Indonesia tidak hanya menjalani latihan teknis dan fisik, tetapi juga akan melakoni sejumlah pertandingan uji coba melawan atlet-atlet Eropa.
Salah satu lawan yang dipastikan ikut berlatih di lokasi yang sama adalah tim nasional Italia.
PBPI berharap pengalaman menghadapi pemain-pemain Eropa dapat meningkatkan kualitas permainan serta mental bertanding atlet Indonesia.
"Harapannya ketika mereka pulang nanti, kemampuan mereka sudah meningkat dan memiliki pengalaman bertanding yang jauh lebih baik," kata Galih.
Kazakhstan Jadi Lawan Uji Coba Sebelum Berangkat
Sebelum bertolak ke Spanyol, PBPI juga menyiapkan laga uji coba menghadapi Kazakhstan.
Kesempatan itu muncul karena tim Kazakhstan mengirim 10 atlet putra untuk mengikuti turnamen FIP Bronze di Banten.
PBPI berencana memanfaatkan momentum tersebut sebagai ajang pemanasan sekaligus evaluasi terakhir sebelum para atlet menjalani training camp di Eropa.
Persiapan Berlanjut ke Kualifikasi Piala Dunia
Setelah Asian Games 2026 berakhir, jadwal padel Indonesia masih sangat padat. Tim Merah Putih akan langsung menghadapi
Kualifikasi Piala Dunia Padel, sementara putaran final dijadwalkan berlangsung pada awal November 2026.
Karena jeda antarkompetisi sangat singkat, PBPI telah menyiapkan program pembinaan secara berkelanjutan sejak pelaksanaan seleksi nasional.
"Kami sudah memikirkan persiapan hingga Kualifikasi Piala Dunia. Seleksi nasional sudah selesai dan kami yakin inilah tim terbaik Indonesia saat ini," ujar Galih.
PBPI Belum Pasang Target di Asian Games
Meski melakukan persiapan maksimal, PBPI belum menetapkan target khusus pada Asian Games 2026.
Menurut Galih, padel baru pertama kali dipertandingkan di ajang tersebut sehingga kekuatan seluruh peserta masih relatif sulit diprediksi.
Namun, untuk Kualifikasi Piala Dunia Padel, PBPI berharap sektor putri mampu melanjutkan tren positif setelah sebelumnya meraih medali perunggu pada FIP Asia Cup 2025, sehingga berpeluang mengamankan tiket ke putaran final.
"Kami tidak ingin membebani atlet dengan target yang terlalu tinggi di Asian Games karena semua negara sama-sama baru.
Namun, untuk Kualifikasi Piala Dunia, kami berharap tim putri bisa lolos ke putaran final," tutup Galih.
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan