RADAR SURABAYA – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur (Jatim) mulai mematangkan strategi besar untuk menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028 di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Fokus utama ini dibahas dalam Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) KONI Jatim yang dibuka langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, di Surabaya pada Rabu (24/6).
Rakerprov KONI Jatim kali ini dihadiri oleh perwakilan dari 77 pengurus cabang olahraga (cabor) serta 38 pengurus KONI kabupaten/kota se-Jawa Timur.
Agenda tahunan ini bertujuan mengevaluasi program kerja tahun 2025 sekaligus merumuskan program kerja baru untuk tahun 2026 demi mendongkrak prestasi olahraga daerah.
Baca Juga: Dispendik Surabaya Ajak Sekolah Laksanakan Bersih-Bersih Sambut Tahun Ajaran Baru
Fokus PON XXII 2028: KONI Jatim Matangkan Puslatda Sejak Dini
Ketua Umum KONI Jatim, Muhammad Nabil, menegaskan bahwa seluruh pemangku kepentingan olahraga di Jawa Timur harus menyatukan fokus untuk menghadapi PON 2028.
Menurut Nabil, melahirkan atlet berprestasi di tingkat nasional maupun internasional memerlukan proses yang panjang dan tidak bisa instan.
"Konsentrasi kami adalah meraih prestasi yang lebih baik pada PON 2028 nanti. Karena itu, seluruh cabang olahraga harus mulai mempersiapkan atlet-atlet terbaiknya dari
sekarang melalui pemusatan latihan daerah (Puslatda) dan pembinaan yang berkelanjutan," ujar Muhammad Nabil.
Langkah cepat ini dirasa krusial mengingat peta persaingan olahraga nasional yang semakin ketat.
Melalui persiapan yang matang sejak tahun 2026, KONI Jatim optimis dapat mengirimkan kontingen terbaik yang siap memperebutkan podium juara di NTB dan NTT.
Gubernur Khofifah: Regenerasi Atlet Jatim Lewat Pembinaan Usia Dini Adalah Kunci
Menanggapi target besar tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi dedikasi KONI Jatim beserta seluruh cabor dan pengurus daerah yang terus menyumbangkan prestasi bagi bumi Majapahit.
Baca Juga: Gubernur Khofifah dan Kepala BPKP Jatim Perkuat Sinergi Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel
Namun, Khofifah memberikan catatan penting terkait pentingnya aspek regenerasi atlet.
Khofifah menekankan bahwa pencarian bakat dan pembinaan atlet usia dini harus menjadi pilar utama pembangunan olahraga Jawa Timur ke depan.
Hal ini sangat krusial mengingat adanya aturan pembatasan usia di sejumlah cabang olahraga pada ajang PON mendatang.
"Pencarian bakat sejak usia dini menjadi catatan penting. Pendampingan bagi atlet-atlet muda juga harus dilakukan secara lebih masif agar prestasi olahraga Jawa Timur tetap terjaga secara berkelanjutan," tegas Khofifah.
Sebagai langkah konkret, Khofifah menyatakan dukungannya terhadap penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim yang digelar secara rutin setiap dua tahun sekali.
Ajang Porprov dinilai menjadi wadah paling efektif untuk menjaring bibit-bibit atlet potensial dari pelosok daerah.
Evaluasi Prestasi Atlet Jatim: Efektivitas Kemenangan Capai 78 Persen
Dalam forum Rakerprov tersebut, Muhammad Nabil juga memaparkan rapor prestasi olahraga Jawa Timur sepanjang tahun 2025.
Atlet-atlet asal Jawa Timur terbukti menjadi salah satu tulang punggung Indonesia di kancah internasional dengan menyumbang medali emas terbanyak di berbagai ajang, bahkan hingga merebut gelar juara dunia.
Sementara di tingkat nasional, Jawa Timur berhasil menduduki peringkat ketiga dalam ajang PON Beladiri, berada di bawah DKI Jakarta dan Jawa Barat.
Menariknya, capaian tersebut diraih dengan efisiensi pengiriman atlet yang sangat tinggi.
"Secara persentase keterwakilan, kami hanya mengirimkan 79 atlet pada ajang PON Beladiri kemarin.
Namun, tingkat efektivitas perolehan kemenangan kita luar biasa, mencapai lebih dari 78 persen," ungkap Nabil.
Meski menorehkan hasil positif, KONI Jatim tidak ingin lengah. Sejumlah agenda besar telah menanti di depan mata, antara lain:
1.PON Beladiri 2026
2.PON Pantai 2026
3.Babak Kualifikasi (BK) PON 2027
Dukungan KONI Pusat untuk Pola Pembinaan Daerah
Arah kebijakan pembinaan atlet muda ini juga mendapat dukungan penuh dari komite pusat.
Wakil Ketua KONI Pusat, Suwarno, yang turut hadir dalam Rakerprov mengingatkan pentingnya sinkronisasi regulasi usia atlet antara daerah dan pusat.
Suwarno meminta agar KONI Jatim segera menyesuaikan pola pembinaan atlet muda dengan regulasi batas usia yang diterapkan oleh masing-masing induk organisasi cabang olahraga.
"Koni Jatim perlu menjadikan pembinaan atlet muda sebagai prioritas utama. Penjaringan dan pengembangan atlet usia dini harus dilakukan lebih awal, terarah, dan berbasis data rekomendasi dari KONI Pusat agar regenerasi berjalan optimal," tandas Suwarno.
Melalui sinergi kuat antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur, KONI Jatim, pengurus cabor, serta dukungan pembinaan yang berbasis sains olahraga (sports science),
Jawa Timur optimis mampu mempertahankan reputasinya sebagai kiblat olahraga nasional dan meraih sukses besar pada PON 2028.(sam)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan