RADAR SURABAYA– Timnas Indonesia memasuki babak baru dalam perkembangan sepak bolanya.
Di bawah arahan John Herdman, skuad Garuda kini diperkuat oleh tim pelatih multinasional yang berasal dari delapan negara.
Komposisi ini menjadi salah satu yang paling beragam sepanjang sejarah Timnas Indonesia.
Delapan negara tersebut meliputi Indonesia, Belanda, Inggris, Kanada, Slovakia, Afrika Selatan, Australia, dan Irlandia.
Peran Penting Staf Lokal Indonesia
Dari dalam negeri, sejumlah nama turut ambil bagian penting dalam struktur tim pelatih. Di antaranya Nova Arianto sebagai asisten pelatih, serta Alfan Nur Asyhar (dokter tim), Dzikry Lazuardi (analis video), dan Emilia Achmadi (ahli nutrisi olahraga).
Kehadiran staf lokal ini menjadi fondasi penting dalam menjaga identitas serta karakter permainan Timnas Indonesia.
Sentuhan Eropa dan Amerika dalam Tim Pelatih
Kontribusi dari Eropa terlihat dari peran sejumlah tokoh Belanda seperti Jordi Cruyff dan Simon Tahamata yang memberikan masukan strategis.
Baca Juga: Elkan Baggott Antusias Kembali ke Timnas Indonesia, Siap Buktikan Kualitas di FIFA Series
Sementara itu, dari Inggris, John Herdman didampingi oleh Simon Grayson, Alistair Smith, dan Elliott Dickman sebagai inti tim kepelatihan.
Tak hanya itu, Herdman juga membawa tiga staf asal Kanada, termasuk Steven Vitoria, untuk memperkuat pendekatan taktik dan analisis tim.
Dukungan Spesialis dari Berbagai Negara
Komposisi internasional ini semakin lengkap dengan kehadiran pelatih kiper Andrej Kostolansky (Slovakia) dan Damian van Rensburg (Afrika Selatan).
Selain itu, dua fisioterapis dari Australia dan Irlandia, yakni Lachlan Fooks dan James Gardiner, turut memperkuat sektor kebugaran pemain.
Baca Juga: Tantang Indonesia Tanpa Rasa Takut, Saint Kitts and Nevis Pede di Laga FIFA Series 2026
Era Baru: Tak Lagi Didominasi Satu Negara
Berbeda dengan era sebelumnya, struktur tim pelatih kini tidak lagi didominasi satu negara. Pada masa Shin Tae-yong, staf didominasi Korea Selatan, sementara era Patrick Kluivert sangat kental dengan nuansa Belanda.
Kini, pendekatan multinasional menjadi strategi baru yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas permainan Timnas Indonesia secara menyeluruh.
Bhinneka Tunggal Ika Jadi Kekuatan
Keberagaman dalam tubuh tim pelatih mencerminkan semangat Bhinneka Tunggal Ika.
Perbedaan latar belakang diharapkan justru menjadi kekuatan untuk menyatukan visi dan strategi demi prestasi Garuda di kancah internasional.
Dengan kolaborasi delapan negara, Timnas Indonesia kini memiliki peluang besar untuk berkembang lebih kompetitif dan berprestasi di level global.
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan