RADAR SURABAYA - Nama Hercules Rozario Marshal melegenda sebagai salah satu preman paling ditakuti di Jakarta, terutama di era keemasan Tanah Abang. Namun, di balik sosok keras dan cerita kelamnya, Hercules hanya takut pada satu orang: Prabowo Subianto.
“Prabowo satu-satunya orang yang bisa menyerang saya tanpa saya membalas,” ujar Hercules dalam sebuah wawancara lama, mengakui kedekatannya dengan Prabowo yang dulu menjabat sebagai kapten Kopassus di Timor Timur.
Hercules pertama kali "diadopsi" militer Indonesia sebagai Tenaga Bantuan Operasi (TBO) saat konflik di Timor Timur. Dalam sebuah misi pengiriman logistik, helikopter yang ditumpanginya jatuh. Tangan kanannya luka parah hingga harus diamputasi di RSPAD Gatot Soebroto.
Tak tahan dirawat, Hercules kabur dari rumah sakit dan masuk ke dunia gelap Jakarta. Tanah Abang jadi markasnya. "Saya rebut daerah hitam itu dengan pertarungan sengit. Hampir tiap malam ada yang mati," kenangnya.
Dengan nyali besar dan loyalitas tinggi dari teman-temannya sesama asal Timor Timur, kelompok Hercules membesar. Ia pernah mengklaim punya 17.000 "anak buah" yang tersebar di Jakarta. Tidurnya di kolong jembatan, selalu dengan pedang menempel di tubuh.
Sudah berkali-kali dia nyaris mati: dibacok 16 kali, peluru pernah menembus mata hingga ke kepala. Tapi Hercules tetap hidup. "Orang pikir saya enggak bisa mati," katanya.
Kini Hercules mengaku sudah tobat. Ia meninggalkan dunia preman dan memilih hidup tenang. Tapi satu hal yang tak berubah: loyalitasnya pada Prabowo. "Nyawa saya pernah diselamatkan beliau," tegasnya. (*)
Editor : Lambertus Hurek