Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi Rampung, Khofifah Optimistis Jadi Rujukan Nasional dan Penggerak Ekonomi Daerah

Lainin Nadziroh • Jumat, 10 Juli 2026 | 17:53 WIB
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Bupati Ipuk Fiestiandani mendampingi Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka meninjau progres revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi. Jumat (10/7).(Biro Adpim Pemprov Jatim)
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Bupati Ipuk Fiestiandani mendampingi Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka meninjau progres revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi. Jumat (10/7).(Biro Adpim Pemprov Jatim)

RADAR SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa optimistis Pasar Induk Banyuwangi akan menjadi rujukan nasional sebagai model pasar tradisional yang bersih, tertata, modern, dan berkelanjutan.

Revitalisasi pasar tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kenyamanan masyarakat, tetapi juga memperkuat peran pasar sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Banyuwangi.

Optimisme itu disampaikan Gubernur Khofifah usai mendampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bersama Bupati Banyuwangi meninjau hasil revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi, Jumat (10/7). 

"Kami bersama Bupati Banyuwangi mendampingi Bapak Wakil Presiden meninjau hasil revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi. Konsepnya sangat baik.

Baca Juga: Sekdaprov Jatim: SILPA Tinggi Didominasi Efisiensi Anggaran

Pasarnya bersih dan tertata sehingga memberikan kenyamanan bagi pembeli maupun pedagang. Saya rasa pasar ini layak menjadi rujukan nasional," kata Khofifah.

Menurut Gubernur Jawa Timur, konsep revitalisasi yang diterapkan mampu mengubah wajah pasar tradisional menjadi

lebih modern tanpa menghilangkan identitas dan fungsi utamanya sebagai pusat aktivitas perdagangan masyarakat.

Pasar Induk Banyuwangi dibangun di atas lahan seluas 10.600 meter persegi dengan luas bangunan mencapai 15.873 meter persegi.

 Infrastruktur baru tersebut dirancang untuk mendukung aktivitas perdagangan yang lebih nyaman, aman, dan efisien.

Khofifah menjelaskan, pasar itu memiliki kapasitas yang cukup besar dengan total daya tampung mencapai 798 pedagang.

Fasilitas tersebut terdiri atas 397 kios, 356 los, serta 45 kios eksisting yang tetap dipertahankan.

Selain memiliki kapasitas yang besar, bangunan dua lantai tersebut juga menerapkan sistem zonasi agar aktivitas jual beli berlangsung lebih tertib.

Area perdagangan dibagi ke dalam sejumlah zona, meliputi pangan basah, pangan kering, nonpangan, pecah belah, hingga kawasan kuliner.

Menurut Khofifah, pemisahan setiap zona menjadi salah satu keunggulan pasar hasil revitalisasi tersebut karena mampu

menciptakan lingkungan yang lebih higienis, nyaman, dan mudah diakses oleh pengunjung.

"Area pangan basah dan pangan kering dipisahkan. Zona pangan dan nonpangan juga dipisahkan sehingga lebih tertata, lebih bersih, dan membuat aktivitas jual beli menjadi lebih nyaman," ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi tidak menghilangkan nilai sejarah bangunan lama.

Beberapa bagian fasad tetap dipertahankan karena memiliki nilai heritage, sementara penataan difokuskan pada peningkatan kualitas fasilitas dan kenyamanan pasar.

Baca Juga: PGN Raih Penghargaan GCG Awards 2026, Bukti Komitmen Tata Kelola dan Integritas Perusahaan

"Pasar ini merupakan bangunan heritage sehingga tidak diubah secara keseluruhan. Beberapa bagian tetap dipertahankan, sedangkan revitalisasi difokuskan pada penataan agar lebih bersih, lebih rapi, dan memiliki sentuhan modern," katanya.

Khofifah meyakini keberadaan pasar yang lebih representatif akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah.

Selain meningkatkan kenyamanan pedagang dan pembeli, pasar yang tertata juga diyakini mampu menarik lebih banyak pengunjung sehingga aktivitas perdagangan semakin berkembang.

Revitalisasi tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat peran pasar rakyat sebagai penggerak ekonomi lokal sekaligus meningkatkan daya saing pasar tradisional di tengah perkembangan pusat perbelanjaan modern.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, pembangunan Pasar Induk Banyuwangi kini telah rampung 100 persen.

Saat ini proyek memasuki tahap pemeliharaan dan penyempurnaan sebelum resmi dioperasikan.

Pengoperasian Pasar Induk Banyuwangi tinggal menunggu proses serah terima aset dari pemerintah pusat kepada Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.

Setelah proses administrasi selesai, pasar tersebut diharapkan segera beroperasi dan menjadi pusat perdagangan modern yang

mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Banyuwangi serta menjadi contoh revitalisasi pasar rakyat di Indonesia.(nin) 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#Pasar Induk Banyuwangi #khofifah indar parawansa #gibran rakabuming raka