Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Pangkas Waktu dari 3 Jam Jadi 40 Menit, Teknologi Pemindai Iris Mata Ini Mudahkan Jemaah Haji Surabaya

Rahmat Sudrajat • Selasa, 2 Juni 2026 | 05:31 WIB
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (kedua kanan) bersama Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Timur Novianto Sulastono (kanan) meninjau penerapan Immigration Seamless Process Corridor Gate di Gedung Muzdalifah Asrama Haji Surabaya, Senin (1/6/2026) malam. (ANTARA/Naufal Ammar Imaduddin)
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Timur Novianto Sulastono (kanan) meninjau penerapan Immigration Seamless Process Corridor Gate di Gedung Muzdalifah Asrama Haji Surabaya, Senin (1/6/2026) malam. (ANTARA/Naufal Ammar Imaduddin)

RADAR SURABAYA – Terobosan baru dalam pelayanan kepulangan jemaah haji resmi dimulai di Jawa Timur.

Penyelenggaraan ibadah haji tahun ini menghadirkan teknologi mutakhir bernama Seamless Corridor untuk memangkas waktu antrean pemeriksaan keimigrasian secara signifikan setibanya jemaah di Tanah Air.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengapresiasi inovasi sistem keimigrasian ini saat menyambut kedatangan

kelompok terbang pertama jemaah haji Debarkasi Surabaya asal Kabupaten Probolinggo di Asrama Haji Surabaya, Senin malam.

"Ini ekosistem digital yang disiapkan oleh pihak Imigrasi sangat luar biasa. Jemaah tidak perlu mengantre lama.

Cukup memegang paspor, melihat ke kamera, dan sensor akan langsung membaca iris mata mereka tanpa harus dicap manual," ujar Khofifah yang juga menjabat sebagai Koordinator Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Debarkasi Surabaya.

Pangkas Waktu Pemeriksaan Imigrasi dari 3 Jam Menjadi 40 Menit

Penerapan Immigration Seamless Process Corridor Gate ini terbukti membawa efisiensi yang luar biasa jika dibandingkan dengan metode konvensional tahun-tahun sebelumnya.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Timur, Novianto Sulastono, menjelaskan bahwa teknologi identifikasi biometrik iris mata ini langsung mencocokkan data fisik jemaah dengan manifes penerbangan secara real-time.

Melalui pemeriksaan iris mata, data seseorang yang terdaftar dalam penerbangan akan langsung terverifikasi secara otomatis.

Melalui sistem ini, satu kloter yang berisi 378 jemaah haji dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari 40 menit, ungkap Novianto. 

Sebaliknya, pada musim haji sebelumnya yang masih mengandalkan pemeriksaan paspor manual, petugas imigrasi membutuhkan waktu hingga dua sampai tiga jam untuk memproses satu kloter penerbangan penuh.

Akurasi Sistem Biometrik Iris Mata Capai 99,9 Persen

Selain menawarkan kecepatan, aspek keamanan dan akurasi data tetap menjadi prioritas utama.

Novianto menyebutkan tingkat keandalan sistem kecerdasan buatan pada alat pemindai iris mata ini hampir tanpa celah.

Tingkat akurasi sistem ini mencapai 99,9 persen. Dari total 378 jemaah dalam satu kloter, rata-rata hanya dua hingga tiga orang saja yang tidak terbaca oleh sistem karena faktor teknis minor.

 Jemaah yang mengalami kendala ini akan langsung diarahkan ke konter pemeriksaan manual agar tidak menghambat arus jemaah lain.

Selain itu, penerapan sistem tersebut juga sangat membantu pencocokan data penumpang dengan manifes penerbangan sehingga seluruh jemaah yang masuk ke Indonesia dapat terdata secara akurat.

 Surabaya Jadi Pelopor Kedua Setelah Soekarno-Hatta

Teknologi koridor keimigrasian cepat ini merupakan bagian dari modernisasi layanan haji nasional.

Jawa Timur patut berbangga karena menjadi wilayah pertama di luar ibu kota yang menerapkan inovasi ini secara penuh di asrama haji.

Layanan mandiri ini pertama kali sukses diuji coba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.

Dan sekarang, Surabaya menjadi yang pertama mengintegrasikan fasilitas canggih ini langsung di area Asrama Haji Surabaya, pungkas Novianto.

Fasilitas baru ini diharapkan dapat menjaga kondisi fisik para jemaah haji, khususnya lansia, agar tidak kelelahan setelah menempuh perjalanan udara panjang dari Arab Saudi menuju Indonesia.(rmt)

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#Immigration Seamless Process Corridor Gate #Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Timur #Novianto Sulastono #Haji 2026 #debarkasi surabaya