RADAR SURABAYA – Proses kepulangan jemaah haji Debarkasi Surabaya tahun 2026 dipastikan berlangsung lebih cepat dan efisien berkat penerapan sistem seamless corridor dari Direktorat Jenderal Imigrasi.
Teknologi ini memungkinkan data kedatangan jemaah haji terekam secara otomatis tanpa perlu pemeriksaan paspor secara manual.
Ketua PPIH Debarkasi Surabaya, Mohammad As'adul Anam, menjelaskan bahwa sistem tersebut menjadi terobosan baru dalam pelayanan kepulangan jemaah haji ke Indonesia.
Melalui seamless corridor, jemaah tidak lagi harus mengantre untuk mendapatkan cap stempel paspor setibanya di Tanah Air.
Menurut Anam, identitas jemaah akan langsung terdeteksi ketika melewati pintu kedatangan (gate) dan secara otomatis masuk ke dalam sistem keimigrasian nasional.
"Jadi, jemaah sudah tidak perlu lagi mendapatkan stempel paspor. Begitu melewati gate, identitas mereka langsung teridentifikasi dan terekam dalam sistem bahwa mereka telah kembali ke Tanah Air," ujar Anam, Senin (1/6).
Baca Juga: Peluang Emas! Arab Saudi Kembali Terima Udang Indonesia, Ekspor Jawa Timur Berpotensi Melonjak
Sistem Seamless Corridor Percepat Kepulangan Jemaah Haji
Penerapan seamless corridor menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas layanan kepulangan jemaah haji.
Selain mempercepat proses administrasi, sistem ini juga memudahkan pemantauan data kedatangan secara real time.
Dengan teknologi tersebut, status kepulangan jemaah dapat langsung terkonfirmasi tanpa proses verifikasi manual yang selama ini membutuhkan waktu lebih lama.
Langkah ini diharapkan mampu mengurangi antrean panjang di area kedatangan sekaligus memberikan kenyamanan bagi ribuan jemaah yang baru tiba dari Arab Saudi.
Debarkasi Surabaya Terapkan Skrining Kesehatan Ketat
Selain mempercepat proses imigrasi, PPIH Debarkasi Surabaya juga memperketat pengawasan kesehatan terhadap seluruh jemaah haji yang pulang ke Indonesia.
Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) telah menyiapkan sejumlah thermal scanner untuk mendeteksi suhu tubuh jemaah sejak tiba di bandara hingga memasuki Asrama Haji Surabaya.
Perangkat pemantau suhu otomatis juga dipasang di Gedung Muzdalifah dan Mina Asrama Haji Surabaya sebagai langkah deteksi dini terhadap potensi penyakit menular.
Baca Juga: Persebaya Kunci Jefferson Silva untuk Musim Depan, Catatan Impresif Jadi Pertimbangan
Anam menegaskan, jemaah yang terdeteksi memiliki suhu tubuh di atas ambang batas normal akan langsung menjalani pemeriksaan lanjutan oleh petugas kesehatan.
"Untuk memantau apabila ada suhu tubuh yang melebihi standar, maka jemaah tersebut akan diambil untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," tegasnya.
Pastikan Jemaah Haji Pulang dalam Kondisi Sehat
Menurut Anam, pengawasan kesehatan menjadi prioritas penting dalam proses pemulangan jemaah haji.
Hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh jemaah dapat kembali ke daerah asal dalam kondisi sehat sekaligus mencegah potensi penyebaran penyakit.
"Kami juga ingin memastikan proses kepulangan jemaah dari Tanah Suci lebih cepat.
Selain itu, kami memastikan jemaah yang tiba di Asrama Haji dan kembali ke daerah masing-masing benar-benar dalam kondisi sehat," katanya.
Jadwal Kedatangan Jemaah Haji Debarkasi Surabaya 1 Juni
Pada gelombang kepulangan perdana, empat kelompok terbang (kloter) dijadwalkan tiba di Debarkasi Surabaya secara berurutan.
Rinciannya, Kloter 1 asal Kabupaten Probolinggo tiba sekitar pukul 20.25 WIB. Selanjutnya Kloter 2 dijadwalkan tiba pukul 21.20 WIB, Kloter 3 pukul 22.20 WIB, dan Kloter 4 pukul 23.20 WIB.
Kedatangan empat kloter tersebut menjadi awal proses pemulangan ribuan jemaah haji melalui Debarkasi Surabaya yang akan berlangsung secara bertahap dalam beberapa pekan ke depan.(rmt)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan