
RADAR SURABAYA — Membangun layanan kesehatan di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT). Itulah yang dilakukan dr Muhamad Ibrahim Sengaji, alumnus Program Magister Administrasi Rumah Sakit (MARS), Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura).
Ibrahim yang baru diwisuda pada Senin (1/6) saat ini menjabat sebagai Direktur Klinik Utama Rawat Inap Muhammadiyah Ende. Selama bertugas di berbagai wilayah NTT, ia melihat langsung tantangan masyarakat dalam memperoleh layanan kesehatan yang mudah dijangkau dan berkualitas.
Baca Juga: Workshop Meracik Parfum di Surabaya, Ciptakan Aroma Sesuai dengan Karakter Pribadi
Menurut Ibrahim, keinginan membangun layanan kesehatan di Ende berawal dari keprihatinannya terhadap masih terbatasnya akses masyarakat terhadap pelayanan medis.
“Banyak masyarakat yang membutuhkan akses layanan kesehatan yang lebih dekat dan berkualitas. Pengalaman itu semakin menguatkan tekad saya untuk berkontribusi di daerah sendiri,” ujarnya.
Inspirasi tersebut semakin kuat ketika menjalani pendidikan profesi di Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan. Saat itu, ia menyaksikan bagaimana sebuah klinik dapat berkembang menjadi rumah sakit yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Baca Juga: Waspada, Dampak Pemanasan Global, Tikus Bermigrasi ke Permukiman
Kini, melalui Klinik Utama Rawat Inap Muhammadiyah Ende, Ibrahim berupaya menghadirkan layanan kesehatan yang lebih mudah diakses oleh masyarakat di Pulau Flores dan sekitarnya. Ia berharap fasilitas kesehatan Muhammadiyah di Ende dapat terus berkembang dan menjadi solusi atas kebutuhan layanan kesehatan masyarakat.
“Melalui klinik ini kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih mudah diakses. Harapannya fasilitas kesehatan Muhammadiyah dapat terus berkembang dan menjadi solusi bagi kebutuhan layanan kesehatan masyarakat di Flores dan sekitarnya,” katanya.
Rektor Umsura Prof Dr Mundakir menilai mengatakan keberhasilan Ibrahim menjadi bukti bahwa pendidikan dapat menjadi motor penggerak pembangunan daerah.
“Alumni kita yang diwisuda berasal dari daerah 3T. Dia merintis pendirian klinik dan animonya luar biasa. Itu menjadi bukti komitmen kita untuk membuka beasiswa bagi mahasiswa dari daerah 3T,” ujarnya.
Baca Juga: FKDK BPD SI akan Selenggarakan Munas dan Seminar Nasional di Semarang Besok
Menurut Mundakir, program tersebut merupakan bagian dari kontribusi Umsura dalam mendukung pemerataan pendidikan tinggi di Indonesia. Melalui beasiswa tersebut, generasi muda di daerah dengan keterbatasan akses pendidikan diharapkan memiliki kesempatan lebih besar untuk melanjutkan studi.
Selain membuka akses pendidikan, Umsura juga menyiapkan dukungan untuk pengembangan layanan kesehatan di Ende. Dukungan itu meliputi penguatan sumber daya manusia kesehatan, pendampingan manajemen layanan, manajemen keuangan, hingga pengembangan SDM. (sam)
Editor : Lambertus Hurek