Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi kepada siapapun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi Anda pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.
RADAR SURABAYA - Peristiwa tragis terjadi di Lubuklinggau, Sumatera Selatan, ketika seorang siswi SMP berinisial RAR, 14, ditemukan tewas bunuh diri di rumahnya pada Sabtu (30/5) pagi.
Korban diduga mengalami depresi akibat penyakit infeksi saluran kemih (ISK) yang tak kunjung sembuh.
Sebelum kejadian, korban sempat menuliskan status WhatsApp yang mengungkapkan rasa sakit dan keputusasaan.
Baca Juga: Pemkot Surabaya Beri Layanan Steril Gratis, Bukan untuk Ibu-Ibu, Tapi Kucing Liar
Jenazah korban pertama kali ditemukan oleh bibinya, D, di lantai dua rumah keluarga di Kelurahan Mesat Seni, Kecamatan Lubuklinggau Timur II, sekitar pukul 05.30 WIB.
Saat kejadian, sebagian anggota keluarga sedang menghadiri hajatan di Pekanbaru, sehingga korban hanya ditemani nenek dan bibinya.
Kanit Reskrim Polsek Lubuklinggau Timur, Ipda Vherry Andora, menjelaskan bahwa korban sempat membuat status WhatsApp pada malam sebelumnya.
Baca Juga: Diduga Akhiri Hidup, Siswa SD di Ngada NTT Tergantung di Pohon Cengkeh
“Dari keterangan keluarga dan beberapa teman korban, ia memiliki riwayat penyakit infeksi saluran kencing. Malam sebelum kejadian, korban sempat membuat status WhatsApp berisi keluhan atas rasa sakit dari penyakitnya tersebut,” kata Vherry.
Tak lama kemudian, korban kembali membuat status yang memperlihatkan seutas tali tambang yang telah dirangkai menyerupai simpul gantung diri.
Setelah ditemukan, jenazah korban segera dievakuasi ke Rumah Sakit Siti Aisyah Lubuklinggau untuk dilakukan visum. Usai pemeriksaan, pihak keluarga langsung membawa jenazah ke rumah duka untuk dimakamkan.
Ipda Vherry menegaskan bahwa kasus ini menunjukkan bagaimana faktor kesehatan dan ekspresi di media sosial dapat menjadi indikator penting kondisi psikologis seseorang.
“Status terakhir korban memperlihatkan tali yang sudah dirangkai. Itu menjadi tanda jelas bahwa korban sudah merencanakan tindakan tersebut,” ujarnya.
Kasus bunuh diri siswi SMP di Lubuklinggau menjadi peringatan serius tentang pentingnya perhatian terhadap kesehatan fisik dan mental remaja.
Baca Juga: Terjadi Lagi! Pemuda Diduga Akhiri Hidup Terjun dari Jembatan Cangar
Penyakit yang tak kunjung sembuh dapat memicu depresi, terlebih ketika ekspresi keputusasaan ditunjukkan melalui media sosial.
Polisi mengingatkan masyarakat untuk lebih peka terhadap tanda-tanda tersebut dan memberikan dukungan penuh kepada anak-anak agar tragedi serupa tidak terulang. (dtk/nur)
Editor : Nurista Purnamasari