Blackout Sumatera Makan Korban, 2 Pelajar di Tanah Datar Tewas Diduga Keracunan Asap Genset
Nurista Purnamasari• Minggu, 24 Mei 2026 | 09:03 WIB
Ilustrasi. (Pinterest)RADAR SURABAYA - Pemadaman listrik massal (blackout) yang melanda Sumatera Barat pada Jumat (22/5) malam berujung tragedi di Kabupaten Tanah Datar. Tiga pelajar menjadi korban dugaan keracunan asap genset di Masjid Nurul Huda, Kecamatan X Koto. Dua di antaranya meninggal dunia, sementara satu lainnya masih menjalani perawatan intensif. Baca Juga: Ruwatan Kota Surabaya di Tugu Pahlawan, Simbol Syukur dan Edukasi Budaya Generasi MudaPeristiwa ini menegaskan betapa berbahayanya penggunaan genset di ruang tertutup tanpa ventilasi, serta minimnya edukasi masyarakat tentang ancaman karbon monoksida (CO).Menurut Wali Nagari Pandai Sikek, Mas’ap W. Dt. Bandaro, insiden bermula saat listrik padam dan para pelajar menyalakan genset di ruangan belakang masjid.“Jumat malam mati lampu, jadi mereka menghidupkan genset yang dipinjam ke pengurus. Posisi genset belum dipindahkan ke luar ruangan, pintu juga tertutup. Diduga mereka tertidur sambil mengisi daya ponsel,” jelas Mas’ap, Sabtu (23/5).Baca Juga: Blackout Sumatera, 6 Provinsi Terdampak hingga Berjam-jam, Ini Penjelasan PLNKondisi korban baru diketahui keesokan paginya. Garin masjid sempat mengetuk pintu ruangan, namun mengira para pelajar masih tertidur. Kecurigaan muncul saat orang tua salah satu korban datang, dan mendapati anaknya dalam kondisi kritis dengan mulut berbusa.Haikal Arya Kamil, 15, dan Gibran Arrasyid, 15, ditemukan meninggal dunia, sementara Burhanuddin Hakim, 15, selamat dan masih dirawat intensif di RS Ibnu Sina (Yarsi) Padang Panjang.Baca Juga: UEA Makin Lengket dengan Israel, Timur Tengah Terancam TerbelahMas’ap menambahkan, Burhanuddin sempat sadar pada Sabtu sore, namun dokter menyebut masih ada racun dalam tubuhnya sehingga perlu perawatan intensif di ruang ICU.“Dia sudah sadar, tapi dokter menyebut masih banyak racun akibat gas monoksida. Hakim ini juga mau dipindahkan ke ICU,” ungkapnya.
Bahaya Karbon Monoksida
Gas karbon monoksida (CO) yang dihasilkan mesin genset sangat berbahaya karena tidak berbau dan tidak berwarna, sehingga sulit dideteksi. Baca Juga: Sekolah Tionghoa Gie Hien di Belakang Penjara Kalisosok Surabaya, Khusus Lansia yang Buta HurufPaparan CO dalam ruangan tertutup dapat menyebabkan pusing, sesak napas, hingga kematian. Tragedi ini menjadi pengingat bahwa genset harus selalu ditempatkan di luar ruangan dengan ventilasi cukup.Karbon monoksida bekerja dengan cara mengikat hemoglobin dalam darah lebih kuat daripada oksigen. Akibatnya, tubuh kekurangan oksigen meski seseorang masih bernapas. Kondisi ini bisa berujung pada kerusakan organ vital dan kematian mendadak. (kmp/nur) Editor : Nurista Purnamasari