Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Serapan Gabah Tinggi, Bulog Jatim Tambah 223 Gudang, Stok Capai 1,3 Juta Ton

Mus Purmadani • Kamis, 14 Mei 2026 | 07:01 WIB
Langgeng Wisnu Adinugroho. (Mus Purmadani)
Langgeng Wisnu Adinugroho. (Mus Purmadani)

RADAR SURABAYA — Perum Bulog Wilayah Jawa Timur (Jatim) terus memperluas kapasitas penyimpanan guna mengantisipasi lonjakan stok selama musim panen.

Hingga Mei 2026, Bulog Jatim telah menyewa 223 unit gudang tambahan dengan total kapasitas mencapai 650 ribu ton.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh hasil serapan gabah dan beras petani dapat tertampung secara optimal.

Bulog Jatim Perluas Gudang, Antisipasi Lonjakan Panen

Pimpinan Wilayah Bulog Jatim, Langgeng Wisnu Adinugroho, menyebutkan bahwa gudang tambahan tersebut tersebar di berbagai daerah di Jawa Timur.

“Di Jawa Timur, kami telah menyewa 190 kompleks pergudangan. Secara keseluruhan terdapat 223 unit gudang dengan kapasitas total 650 ribu ton,” ujarnya usai Forum Group Discussion (FGD) di Kompleks Pergudangan Romokalisari, Surabaya, Rabu (13/5).

Baca Juga: Dari Lepet ke Tanah Suci: Perjalanan Haji Ema Della di Usia 87 Tahun

Saat ini, tingkat keterisian gudang sewaan telah mencapai sekitar 80 persen. Jika serapan gabah dan beras terus meningkat, Bulog Jatim siap menambah kapasitas gudang sewa.

“Jika panen masih tinggi, kami akan kembali menyewa gudang tambahan,” tegasnya.

Kapasitas Gudang Bulog Jatim Tembus 1,7 Juta Ton

Secara keseluruhan, kapasitas gudang Bulog Jatim—baik milik sendiri maupun sewaan—telah mencapai sekitar 1,7 juta ton.

Rinciannya:

Gudang milik sendiri: 1,1 juta ton

Gudang sewaan: 650 ribu ton

Sementara itu, stok pangan yang dikuasai Bulog Jatim saat ini mencapai sekitar 1,3 juta ton.

Angka ini menunjukkan tingginya serapan gabah dan beras petani selama musim panen 2026.

Stok Jagung 58 Ribu Ton, Mulai Disalurkan ke Peternak

Selain beras, Bulog Jatim juga memiliki stok jagung sekitar 58 ribu ton. Komoditas ini mulai disalurkan melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung.

Baca Juga: Resmi Sandang Gelar Doktor, Ashanty Sukses Jalani Sidang Disertasi di Unair Surabaya Usai 4 Kali Judul Ditolak 

Program tersebut bertujuan membantu peternak ayam menjaga stabilitas harga pakan di tengah fluktuasi pasar.

“Stok jagung sekitar 58 ribu ton, dan sejak pekan lalu sudah mulai disalurkan kepada peternak ayam,” kata Langgeng.

Mentan Sebut Stok Beras Nasional Tertinggi Sepanjang Sejarah

Sementara itu, Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, mengungkapkan bahwa stok beras nasional saat ini mencapai level tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.

Berdasarkan data terbaru, stok beras nasional telah mencapai 5,3 juta ton dan diperkirakan meningkat menjadi 5,5 juta ton pada akhir Mei 2026.

“Ini adalah stok tertinggi sejak Indonesia merdeka,” ujar Amran.

Ia menambahkan, peningkatan stok pangan juga berdampak positif terhadap kesejahteraan petani.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan nilai tukar petani (NTP) berada pada level tertinggi dalam 33 tahun terakhir.

Produksi Surplus, Indonesia Tetap Aman di Tengah Krisis Global

Produksi beras nasional saat ini diperkirakan mencapai 34,6 juta ton dengan surplus sekitar 4 juta ton. Capaian ini didukung oleh data resmi dari BPS, FAO, serta pemerintah Amerika Serikat.

Di tengah tekanan global akibat krisis energi dan pupuk, Indonesia dinilai tetap berada dalam kondisi aman.

Bahkan, Indonesia mampu mengekspor pupuk ke Australia dan menerima permintaan impor beras dari Malaysia.

Menurut Amran, kebijakan pemerintah juga berhasil menurunkan harga pupuk hingga 20 persen—sebuah capaian yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Selain itu, sektor pertanian turut mencatat peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB) hingga 5,7 persen pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Bulog Jatim Siap Tambah Gudang Jika Serapan Terus Naik

Dengan tren serapan gabah yang masih tinggi, Bulog Jatim memastikan akan terus menyesuaikan kapasitas penyimpanan.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas pangan sekaligus mendukung program swasembada pangan nasional.(mus) 

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#Langgeng Wisnu Adinugroho #serapan gabah #stok pangan #bulog jatim