Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Dua Pendaki Asal Singapura yang Sempat Hilang Akibat Erupsi Gunung Dukono Ditemukan Meninggal di Area Puncak

Nurista Purnamasari • Minggu, 10 Mei 2026 | 21:02 WIB
Tim SAR gabungan saat mengevakuasi WNA Singapura yang menjadi korban erupsi Gunung Dukono. (Instagram)
Tim SAR gabungan saat mengevakuasi WNA Singapura yang menjadi korban erupsi Gunung Dukono. (Instagram)

RADAR SURABAYA – Upaya pencarian intensif yang dilakukan tim SAR gabungan membuahkan hasil memilukan setelah dua Warga Negara Asing (WNA) yang mendaki Gunung Dukono, Halmahera Utara, ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa. 

Kedua korban sebelumnya dilaporkan hilang kontak saat gunung api tersebut mengalami erupsi hebat beberapa waktu lalu.

Kepala Kantor SAR Ternate, Iwan Ramdani, mengonfirmasi bahwa jasad kedua pendaki ditemukan pada Minggu (10/5) siang sekitar pukul 13.00 WIT. 

Baca Juga: Kecelakaan Beruntun Akibat Hiace Bawa WNA Singapura Rem Blong di Jalan Raya Bromo, Rekaman CCTV-nya Kini Viral

Lokasi penemuan berada di koordinat 1°42'9.90"N / 127°52'48.50"E, yang berjarak hanya sekitar 13 meter dari titik sinyal darurat terakhir yang dideteksi oleh Basarnas Command Center.

Kondisi Korban dan Lokasi Penemuan

Kedua korban yang teridentifikasi bernama Heng dan Sha, warga negara Singapura, ditemukan dalam posisi yang sangat memprihatinkan di area puncak.

Berdasarkan laporan di lapangan, kedua korban ditemukan dalam satu titik yang sama, dalam posisi saling berpelukan.

Tim SAR melaporkan kondisi tubuh korban sudah tidak utuh akibat terhimpit dan tertimpa material batu besar saat erupsi terjadi.

Baca Juga: Erupsi Gunung Dukono: Pendaki Hilang Ditemukan Meninggal, 2 WNA Masih Dicari

Dalam video evakuasi yang beredar terlihat tim SAR gabungan mengevakuasi tulang belulang yang diduga milik WNA Singapura. Tubuh korban diduga hancur dan tinggal tulang belulang karena terkena material vulkanik.

Selain kedua WNA tersebut, terdapat satu korban WNI bernama Angel yang sebelumnya juga telah dilaporkan terdampak bencana ini.

Evakuasi di Tengah Cuaca Ekstrem

Proses evakuasi dari bibir kawah Gunung Dukono menuju posko induk di Desa Mamuya berlangsung dramatis. Medan yang terjal serta cuaca hujan deras menjadi tantangan utama bagi tim di lapangan.

"Kantong jenazah tiba di posko induk Desa Mamuya pada pukul 17.43 WIT. Selanjutnya, jenazah korban langsung dibawa ke RSUD Tobelo untuk keperluan autopsi," jelas Iwan Ramdani.

Iwan memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh unsur yang terlibat, mulai dari TNI/Polri, BPBD, hingga relawan lokal. Meskipun berada di bawah ancaman aktivitas vulkanik yang masih fluktuatif dan cuaca buruk, dedikasi tim memastikan seluruh korban dapat dipulangkan.

Keberhasilan penemuan ini menandai berakhirnya misi pencarian di Gunung Dukono. Keberhasilan koordinasi antarlembaga menjadi kunci utama dalam penyelesaian operasi yang berisiko tinggi ini.

Baca Juga: Veda Ega Pratama Tembus 4 Besar Moto3 Prancis 2026 di Le Mans

Menutup rangkaian operasi, Iwan Ramdani menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara, jajaran TNI-Polri, serta seluruh relawan yang telah memberikan dukungan total. 

Dengan ditemukannya seluruh pendaki yang dilaporkan hilang, operasi SAR secara resmi dinyatakan berakhir, dan seluruh personel kini telah ditarik kembali ke satuan masing-masing. (ant/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#wna singapura #material vulkanik #erupsi #pendaki meninggal #Gunung Dukono