Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Dokter Magang di RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal Jambi Meninggal Diduga Kelelahan Akibat Jam Kerja Berlebih

Nurista Purnamasari • Sabtu, 2 Mei 2026 | 18:51 WIB
Dokter magang di RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal Jambi, dr Myta Aprilia Azmy meninggal diduga akibat kerja berlebihan meski dalam kondisi sakit. (ISTIMEWA)
Dokter magang di RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal Jambi, dr Myta Aprilia Azmy meninggal diduga akibat kerja berlebihan meski dalam kondisi sakit. (ISTIMEWA)

RADAR SURABAYA - Dokter magang lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Unsri) dr Myta Aprilia Azmy, 26, meninggal saat tengah menjalani program internship di RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal, Jambi, meninggal dunia, Jumat (1/5).

dr Myta sebelumnyasempat dirawat intensif di ICU RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang. 

Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Unsri (IKA FK Unsri) dalam surat resmi kepada Kementerian Kesehatan RI menyoroti dugaan beratnya beban kerja yang dijalani Myta. 

Baca Juga: Persebaya Mengamuk! Hajar PSBS Biak 4-0, Raickovic dan Rivera Pesta Gol di GBT

Kondisi kesehatannya disebut menurun sejak Maret 2026, namun ia tetap dijadwalkan jaga malam meski mengalami sesak napas dan demam. 

“dr Myta telah melaporkan gejala sakit, namun tetap dijadwalkan jaga malam dalam kondisi sesak napas dan demam tinggi,” tulis IKA FK Unsri.

Ketua IKA FK Unsri sekaligus pengurus PPDS, dr Ahmad Junaidi, menambahkan bahwa Myta diduga bekerja hingga 12 jam per hari di instalasi gawat darurat. 

Baca Juga: Hardiknas 2026: 29 Ribu Siswa Lolos SNBP! Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Raja Pendidikan Nasional

“Jam kerja internship mestinya 40–48 jam per minggu. Kalau ada pasien belum selesai ditangani, jam kerjanya bisa diperpanjang. Kondisi ini jelas menimbulkan kelelahan berkepanjangan,” ujarnya.

Investigasi Kementerian Kesehatan

Kementerian Kesehatan RI merespons cepat dengan membentuk tim investigasi terpadu yang melibatkan Inspektorat Jenderal, Ditjen SDM Kesehatan, dan tim ahli profesi kedokteran. 

Fokus investigasi meliputi tata kelola wahana internship, beban kerja, serta proses skrining kesehatan sebelum penempatan.

Dalam pernyataan resmi, Kemenkes menegaskan akan mengambil langkah tegas jika ditemukan pelanggaran. 

“Apabila ditemukan ketidaksesuaian standar atau kelalaian, Kemenkes akan mengambil langkah tegas, termasuk pembekuan sementara wahana internship maupun fasilitas kesehatan yang terlibat,” tulis Biro Komunikasi Kemenkes.

Tim investigasi dijadwalkan turun langsung ke RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal, Senin (4/5) untuk klarifikasi lapangan.

Baca Juga: Uskup Surabaya Mgr Agustinus Tri Budi Utomo Tetap Tekuni Hobi Fotografi meski Jadwal Makin Padat

Sementara itu, Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat, Katamso SA, meminta pihak RSUD bersikap terbuka terkait kasus ini. 

“Saya meminta kepada Dirut RSUD untuk segera tindak lanjut sesuai aturan dan transparan. Jangan ada yang ditutup-tutupi,” tegasnya.

Direktur RSUD KH Daud Arif, Sahala Simatupang, menyebut Myta sudah lama mengalami gangguan kesehatan berupa batuk dan sesak napas sejak Maret. Ia membantah adanya praktik perundungan atau tekanan kerja berlebih. 

Baca Juga: Diduga Terjerat Benang Layangan, Pengendara Motor di Karawang Tewas

“Kalau di-bully, itu tidak benar. Saya sudah panggil dokter dan komite medik untuk klarifikasi,” ujarnya. (net/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#dokter meninggal #dokter magang meninggal #internship #RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal #jambi