Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Sejarah Hari Pendidikan Nasional: Dari Perjuangan Ki Hadjar Dewantara hingga Penetapan 2 Mei

Nurista Purnamasari • Sabtu, 2 Mei 2026 | 06:31 WIB
Hari Pendidikan Nasional lahir dari perjuangan Ki Hadjar Dewantara melawan diskriminasi pendidikan kolonial. (ISTIMEWA)
Hari Pendidikan Nasional lahir dari perjuangan Ki Hadjar Dewantara melawan diskriminasi pendidikan kolonial. (ISTIMEWA)

RADAR SURABAYA - Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) merupakan momentum penting bagi bangsa Indonesia untuk merefleksikan peran pendidikan dalam membangun peradaban. 

Peringatan ini jatuh setiap 2 Mei, bertepatan dengan hari lahir Ki Hadjar Dewantara, tokoh pelopor pendidikan yang mendirikan Taman Siswa dan memperjuangkan akses pendidikan bagi rakyat bumiputera. 

Meski bukan hari libur nasional, Hardiknas selalu diperingati dengan upacara bendera, seminar, dan kegiatan bertema pendidikan di seluruh Indonesia.

Baca Juga: Keluarga WR Soepratman Tidak Akan Minta Royalti Lagu Indonesia Raya, Ini Alasannya

Latar Belakang Sejarah

Pada masa kolonial Belanda, pendidikan hanya diperuntukkan bagi kalangan bangsawan dan keturunan Eropa. 

Ki Hadjar Dewantara Lahir 2 Mei 1889 di Yogyakarta dengan nama Raden Mas Soewardi Soerjaningrat. 

Ia berasal dari keluarga bangsawan, namun memilih melepas gelar kebangsawanan agar lebih dekat dengan rakyat biasa.

Baca Juga: Segudang Nutrisi dalam Semangkuk Bubur Ayam

Dia ktif sebagai wartawan dan penulis kritis terhadap kebijakan kolonial Belanda. 

Tulisan terkenalnya, “Als Ik Eens Nederlander Was” (Seandainya Aku Seorang Belanda), mengkritik ketidakadilan kolonial hingga membuatnya diasingkan ke Belanda bersama Douwes Dekker dan Cipto Mangunkusumo.

Sepulang dari pengasingan, ia mendirikan Perguruan Taman Siswa pada 3 Juli 1922 di Yogyakarta. 

Baca Juga: Kado HJKS Ke-733: Harga Tiket Wisata Surabaya Cuma Rp 733

Sekolah ini membuka akses pendidikan bagi rakyat bumiputera, menekankan pembelajaran ilmu pengetahuan, karakter, budaya, dan rasa kebangsaan.

Ia menggagas metode “Among” yang menekankan pendidikan dengan pendekatan momong, ngemong, dan memberi teladan, sehingga siswa tumbuh dengan kebebasan, tanggung jawab, dan nilai moral.

Penetapan Hari Pendidikan Nasional

Pemerintah Indonesia menetapkan 2 Mei sebagai Hari Pendidikan Nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959 pada masa Presiden Sukarno. 

Penetapan ini dilakukan untuk menghormati jasa Ki Hadjar Dewantara yang dikenal sebagai Bapak Pendidikan Nasional. Filosofinya, “Tut Wuri Handayani”, hingga kini menjadi semboyan pendidikan Indonesia.

Baca Juga: Lando Norris Raih Pole Sprint GP Miami 2026, Cuaca Ekstrem Ancam Balapan Formula One

Hari Pendidikan Nasional lahir dari perjuangan Ki Hadjar Dewantara melawan diskriminasi pendidikan kolonial. 

Dengan penetapan tanggal 2 Mei sebagai hari nasional, bangsa Indonesia diajak untuk terus mengingat bahwa pendidikan adalah kunci kemerdekaan sejati. 

Hardiknas bukan hanya penghormatan terhadap tokoh besar, tetapi juga komitmen berkelanjutan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Baca Juga: Lebih Dekat dengan Musium Pendidikan, Satu dari 13 Museum yang Ada di Surabaya

Hari Pendidikan Nasional adalah refleksi atas perjuangan Ki Hadjar Dewantara yang menegaskan bahwa pendidikan adalah hak semua rakyat. 

Momentum ini harus menjadi pengingat bahwa mencerdaskan kehidupan bangsa adalah amanat konstitusi yang tidak boleh diabaikan. (nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#Ki Hadjar Dewantara #taman siswa #hari pendidikan nasional #Hardiknas #sejarah